Omzet Memiles melambat: Kapal mulai goyang, Kapten

Di Memiles, pemasukan itu mudah dilihat di aplikasi Memiles. Jadi setiap member bisa tau sudah sampai titik mana omzetnya. Nilai Omzet itu menentukan apakah member sudah bisa dapat bonus atau belum.

Baca juga: Bagaiamana agar uang anda kembali

Adanya nilai omzet di aplikasi itu, member juga jadi tau apakah kenaikan omzet pesat, melambat atau malah tak ada.

Screenshot tampilan aplikasi Memiles dan nilai omzet yang tertera

Kenaikan omzet memiles melambat

Dari posting-posting member memiles, dapat disimpulkan kenaikan omzet melambat. Ini tangkapan posint 11 Desember 2019.

Kenaikan omzet Memilas tak lagi secepat dulu

Pemasukan turun itu artinya: Sudah makin sulit member Memiles mengajak orang lain untuk gabung. Dengan kata lain, sudah makin sedikit korban yang bisa terjaring.

Ya memang begitulah skema ponzi. Pasti ada saatnya jenuh. Saat ketika orang-orang yang mudah tertipu sudah sedikit tersisa.

Apa dampak pelambatan bagi member Memiles?

Dampaknya tentu akan makin lama mereka mendapatkan reward. Di Memiles, untuk mendapatkan motor, rumah, mobil super murah berdasarkan nilai omzet. Misalnya, promo rumah harga 10 juta, didapat saat omzet sudah mencapai 1,8 Trilyun (saat ini omzet baru 700M). Ini misal saja.

Maka kalau omzet memiles melambat, makin lama pula member mendapatkan rumah, mobil murah.

Memiles menjelang bubar

Skema ponzi di Memiles itu unik. Bisa bikin member yang tertipu sabar. Idealnya, skema seperti ini tidak akan bikin masalah. Mereka transparan kok. Member lama mendapat produk yang diinginkan karena alasan yang ‘fair’ sesuai kesepakatan: Omzet belum tercapai.

Tetapi masalahnya, banyak member yang dijanjikan untuk mendapakan mobil dll. saat omzet 100 M pun belum mendapatkan haknya. Padahal saat ini Omzet sudah mencapai 700M. Inilah yang nanti akan memicu kehebohan penipuan memiles.

Begitu ada yang ramai teriak ‘kami belum dapat apa-apa padahal target omzet sudah terlewat jauh’ maka drama terbongkarnya skema ponzi pun terulang. Orang berbondong lapor polisi. Lalu masuk TV dan seterusnya dan seterusnya.

Jadi tetap. Meski sistem mereka inovative, bubar dan kehebohan itu tinggal menunggu waktu.

Lucunya member memiles manyikapi pelambatan

Di group-group facebook Memiles, member masih bersabar melihat perlambatan omzet.

Yang bikin geli, sebagian mereka menganggap kegiatan mengklik iklan itu bisa menaikkan omzet Memiles. jadi, himbauan seperti ini banyak bertebaran.

ajakan untuk klik member memiles

Mereka pikir iklan di Memiles itu dari Google. Memiles dibayar karena orang mengklik iklan tersebut. Betapa lucunya.

Yang lebih menggelikan lagi adalah ajakan Top Up. Ponzi mau bubar terus top up. Selamat, anda berhak mendapat….label idiot.

Memiles penipuan kedok periklanan

Saya membayangkan, itu Terrachand, warga keturunan India yang jadi bandar moneygame Memiles, tertawa geli dalam hati. Begitu bodohnya orang-orang Indonesia. Begitu gampangnya dibohongi.

3 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

data-matched-content-ui-type="image_sidebyside"