Memiles penipuan berkedok bisnis periklanan

Memiles penipuan investasi yang mengaku sebagai bisnis periklanan online. Memiles mangajak orang untuk ikut serta dalam bisnis mereka dengan menjanjikan penghasilan yang besar. Caranya, cukup mendownload aplikasi memiles, top up, pasang iklan, klik iklan, ajak orang, lalu tunggu untuk mendapatkan berbagai barang dari motor sampai rumah.

Baca juga: Bagaiamana agar uang anda kembali

Memiles penipuan yang terang benderang.

Memiles penipuan itu terang benderang kalau orang sedikit saja paham periklanan digital. Sedikit saja, tak usah banyak, akan tahu bahwa Memiles penipuan berskema ponzi.

Pertama, bahwa orang pasang iklan itu harus punya produk untuk diiklankan. Di Memiles, orang tak punya produk tapi top up untuk biaya iklan. Mau promosi apa? Promosi produk orang lain? Lucunya kebangetan.

Kedua, orang pasang iklan itu supaya diklik, dilihat, dibeli. Di memiles, orang pasang iklan (produk orang lain), lalu anggota yang lain mengklik untuk dapat point. Gobloknya kebangetan.

Kalaupun ada yang pasang iklan betulan, misalnya pemilik restoran, pasang iklan di Memiles, itu pemilik restoran yang juga bodoh. Pemilik restoran harus bayar ke Memiles setiap ada orang yang mengklik. Lalu ada ribuan member Memiles mengklik, bukan karena tertarik nantinya mungkin beli, tapi untuk dapat point. Mau pasang iklan di situ?

Pembodohan gaya Memiles seperti di atas tak ada bedanya dengan KlikShare yang sudah bubar. Herannya pembodohan seperti ini masih dipakai. Dalam jarak waktu yang tak terlalu jauh pula.

Atau Memiles kerjasama dengan Google? Google pasang iklan di Memiles. Nanti kalau ada orang mengklik, Memiles dapat uang. Sebagian uangnya untuk yang mengklik. Begitukan? Wow. Idiot. Google terlalu pintar untuk dibodohi. Sebab kalau begitu, nanti orang tak mau lagi pasang iklan lewat Google. Diklik tapi tak ada yang beli. Lha orang cuma klik supaya dapat point.

Lalu dari mana memiles bisa kasih bonus?

Tak lain dan tak bukan, dari member untuk member. Hari ini ada 10 member masuk. Bulan depan harus ada 100 member masuk. Duit dari yang 100 member ini untuk bayar yang 10 member pertama. Angka 10, 100 dan sebulan itu perumpamaan saja. Intinya, harus ada pemasukan uang lebih besar dari waktu ke waktu ke Memiles untuk bayar bonus ke member yang lebih dahulu masuk. Lama-lama, kewajiban membayar bonus akan menggunung, pemasukan baru tak cukup untuk bayar. Maka ramailah berita di koran. Orang-orang yang tadinya mengelu-elukan Memiles akan menjerit dan lapor polisi.

Memiles penipuan ulangan dengan improvisasi

Memiles penipuan karena mengatakan bahwa bonus-bonus bagi anggota didapat dari bisnis periklanan. Faktanya bonus itu dari uang top-up member yang belakangan masuk.

Dilihat dari kedoknya, memiles penipuan yang sama saja dengan Klik and Share. Ini penipuan yang sudah bubar akhir tahun lalu dengan meninggalkan banyak korban yang merugi. Kedoknya sama-sama mengaku bisnis periklanan.

Beberapa perbedaan dengan Klik and share, Memiles tidak menjanjikan rentang waktu yang pasti untuk memberikan bonus. Hanya: Kalau omzet nasional sudah mencapai sekian Milyar. Ini cukup cerdik. Jadi nanti, kalau bonus tidak juga terealisasi, Memiles akan bilang, Omzetnya belum tercapai.

Kapan akan terbukti Memiles penipuan?

Tidak seperti Klik and share yang cepat runtuh dan terbukti penipuan, butuh waktu yang lebih lama untuk terjadinya keruntuhan dan terbukti bahwa Memiles penipuan semata. Kenapa? Karena di Memiles, orang memang dijanjikan mendapat keuntungan dalam waktu yang relatif lama. Promo rumah harga 2 juta, dapatnya bisa setahun kedepan. Jadi, perlu waktu bagi semua orang yang ikut bisnis Memiles untuk sadar bahwa ternyata mereka tertipu.

Tapi sebentar atau lama, waktu itu akan datang. Untuk membayar berbagai bonus dan memberikan produk-produk promo kepada anggotanya, Memiles membutuhkan anggota baru berlipat ganda setiap tahunnya. Sebagai ilustrasi, Anggota setor 2 juta dapat rumah, anggaplah rumah 400 juta saja. Itu berarti Memiles membutuhkan 200 anggota baru yang top-up sejumlah 2 juta juga. Lalu untuk 200 anggota baru ini, nantinya memiles membutuhkan 40.000 anggota baru dan seterusnya. Pada saatnya nanti, jumlah anggota baru yang dibutuhkan tidak mencukupi dan goyanglah Memiles.

Memiles telah masuk daftar investasi SWI

Awal Agustus lalu Satgas Waspada Investasi (SWI) melalui OJK telah memasukkan Memiles alias PT Kam and Kam dalam daftar investasi ilegal. Satgas Waspada Investasi memperingatkan masyarakat untuk tidak tergiur keuntungan besar yang dijanjikan perusahaan ini.

Bantahan bahwa Memiles penipuan

Seperti biasa, perusahaan yang masuk dalam daftar investasi ilegal memberi sanggahan. Juga Memiles. Yang paling banyak bersuara adalah seorang dedongkotnya Dr. Eva Martini Luisa dan F Suhanda.

Dalam beberapa kesempatan, Dr. Eva Martini mengatakan bahwa Memiles bukan perusahaan investasi, jadi tak ada hubungannya dengan OJK. Ini pernyataan bodoh sebetulnya. Yang menyatakan Memiles itu ilegal adalah satgas waspada investasi, bukan OJK, walaupun di dalam OJK ada satgas. Di satgas itu ada banyak pihak, termasuk kementerian perdagangan yang punya wewenang mengatur Memiles.

Penipuan selalu menunggu laporan korban

Sayangnya memang, satgas waspada investasi hanya menghimbau masyarakat untuk tidak berinvestasi disitu. Satgas tidak meminta kepada kepolisian untuk langsung membekuk dedengkot-dedengkotnya dan menghentikan operasi Memiles.

Satgas selalu menunggu laporan dari korban. Dan seperti pada umumnya penipuan investasi, korban hanya ada saat Memiles sudah bubar. Saat itu sudah terlanjur banyak orang menjadi korban.

Cukup mudah sebetulnya membuktikan bahwa Memiles penipuan investasi. Gerebek kantornya. Audit, apakah ada bisnis yang menghasilkan uang disana. Pasti tidak ada. Kalaupun ada hanya untuk penyamaran. Dengan audit, akan ketahuan bahwa apa yang diberikan Memiles kepada anggotanya tak lain dan tak bukan adalah uang anggotanya sendiri. Cuma mengalihkan uang dari anggota baru ke anggota lama.

Apa yang terjadi ketika jumlah anggota baru berkurang?

Nanti petinggi Memiles akan berkelit: Tunggu saja, rumah, motor, mobil impian Anda akan terwujud kalau omzet tercapai. Sekarang omzet belum tercapai. Sabar yaa.

Saat para korban bersabar, pendiri Memiles akan kabur. Sementara antek-anteknya seperti F Suhanda dan Dr. Eva Martina Luisa, kemungkinan akan mengaku sebagai korban. Itu biasa di penipuan investasi seperti ini.

Beberapa petinggi dan antek Memiles:

Kamal Terachand Mirandhani

Orang ini tak lain adalah orang yang pernah dihukum karena penipuan investasi tahun 2015. Modusnya sama, mengajak orang menyetor uang dan menjanjikan keuntungan berlipat ganda. Kedoknya waktu itu adalah bisnis tisu. Baca berita ini.

Terachand Mirandhani Memiles Penipuan
Terachand Mirandhani, Bos Memiles waktu ditangkap polisi tahun 2015

Sayangnya, walaupun konon ada ratusan korban, Kamal Terchand Mirandhani hanya dihukum 3 bulan. Tidak sampai puluhan tahun seperti bandar skema ponzi lainnya.

F Suhanda

Memiles penipuan investasi F Suhanda

Orang ini menyebut dirinya sebagai motivator. Entah ludahnya sudah tak laku, kini menjadi Direktur di Memiles.

Disamping 2 nama diatas, tentu perlu juga ditampilkan beberapa nama yang saat ini gencar menjerat korban Memiles.

Dr. Eva Martini Luisa

Dr. Eva Martini Luisa (kanan).

Wanita ini adalah dokter kecantikan. Tak heran kalau penampilannya tetap menawan walaupun usianya sudah 50-an. Dia kini juga giat mempromosikan Memiles. Dia juga banyak memberikan bantahan ketika Memiles dimasukkan dalam dalam perusahan investasi ilegal oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Masih mau ikut Memiles?

Silahkan. Tetapi yang sudah terdaftar sebagai ilegal di Satgas Waspada Investasi sebagai ilegal, pada faktanya selalu berakhir dengan bubar. Bila Anda ikut, lalu nanti merugi, jangan salahkan pemerintah. Apalagi kalau sudah membaca artikel ini.

Penting: Baca info yang akan terus di update: Info terbaru Memeles, UPDATED

131 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

data-matched-content-ui-type="image_sidebyside"