Info Memiles terbaru: Kapal tenggelam, Kapten

Info Memiles ini akan selalu di update untuk memberikan informasi bagi para korban Memiles.

Semua skema seperti ini pada akhirnya memang akan berakhir. Kalau pakai sedikit saja akal sehat, kita akan paham. Untuk membayar berbagai bonus, dari mana Memiles dapat uang? Semuanya dibayar dari top-up baru. Baik dari member baru ataupun lama.

Pemasukan dari top-up harus berlipat ganda karena kewajiban pembayaran bonus semakin menggunung. Pada akhirnya pemasukan itu tak akan mencukupi. Itulah yang terjadi sekarang.

Info Memiles (dari yang terbaru)

Ringkasan: Fakta datangnya aparat kepolisian, penutupan kantor, pemblokiran rekening bank sebetulnya sudah cukup untuk mengambil kesimpulan: Memiles dalam ‘proses tenggelam’. Ditambah tak munculnya satupun pihak manajemen dan leader untuk memberi keterangan, lengkaplah sudah.

Press conference Polda Jatim (3 Jan 2020), Suhanda dan terrachand berbaju tahanan

Update terbaru: hari ini terang benderanglah sudah bahwa semua cecunguk penipu memang menjadi tahanan di Polda Jatim.

Dari press conference pihak Kepolisian:

  • Tersangka baru 2 orang: Terrachand dan Suhanda
  • Pasal-pasal yang mungkin dikenakan bisa pasal terkait UU perbankan, TPPU atau UU perdagangan
  • Semua mobil dan barang lain yang sudah diberikan kepada member akan ditarik oleh pihak kepolisian
  • Kasus masih dikembangkan. Empat tokoh sudah dipanggil, akan datang minggu depan. Ada kemungkinan munculnya tersangka baru.
  • Penerima bonus akan dipanggil. Nanti akan dikaji apakah sebagai korban atau tersangka.
Terrachand Memiles di polda jatim
Terrachand dan Suhanda berbaju tahanan di Polda Jatim

Baca juga: Bagaiamana agar uang anda kembali

Penjelasan pengacara lewat telpon (25 Desember 2019)

Sebuah video beredar, berisi rekaman telpon antara member Memiles dengan salah satu tim pengacara. Isinya hampir tak ada apa-apa selain kesimpulan prematur yang bisa menyesatkan member:

Kata pengacara: Polisi bertindak cepat karena penjelasan Suhanda kepada Polisi

Ini menarik. Polisi bertindak hanya karena penjelasan? Pasti tidak.

Skema ponzi itu sangat mudah dibuktikan. Bahkan oleh orang yang tak ahli dalam akunting perusahaan. Cukup melihat pemasukan dari mana, pengeluaran kemana.

Dugaan kuat saya, Polisi menemukan bukti-bukti bahwa:

  • semua pemasukan Memiles adalah dari top-up para member.
  • Tidak ada keuntungan dari usaha apapun
  • semua bonus dan reward untuk member dibayar dari uang top-up
  • pemasukan dari top-up sudah tak cukup untuk membayar kewajiban bonus yang menggunung.
  • Memiles hanya berharap ada top-up dalam jumlah luar biasa besar agar dapat membayar bonus-bonus mitra.

Polisi menemukan bahwa bila dibiarkan, akan ada lebih banyak masyarakat yang menjadi korban.

Itu makanya polisi langsung tegas, berkoordinasi dengan pihak lain untuk memblokir rekening bank dan membuat aplikasi Memiles ditendang dari Google Playstore.

Siapapun pihak Memiles yang menghadapi pihak Kepolisikan saat penggerebekan itu pasti akan ga ga gu gu. Jadi kalau pengacara itu bilang Polisi bertindak karena Ram dan Suhanda bikin Polisi marah, salah. Skema ponzi di Memiles yang bikin Polisi marah.

Kata pengacara: Ada indikasi kejadian ini karena persaingan usaha, Memiles bukan moneygame, bukan multilevel.

Yang ini menggambarkan kelas pengacara bersangkutan. Apa dia sudah melihat usaha real Memiles? Tak ada usaha kenapa ada persaingan usaha? Usaha atau bisnis apa yang bersaing dengan Memiles?

Memiles bukan moneygame? Maka pengacara itu harus belajar apa itu moneygame, dalam kasus Memiles ini adalah skema ponzi.

Referensi video:

Memiles sewa pengacara (25 Desember 2019)

Memiles menyewa pengacara. Namanya Elsa Syarief. Pengacara ini bicara, divideokan, yang intinya: Memiles itu bisnis periklanan, para customer Memiles harus tenang, selamat Natal.

Banyak member Memiles yang mengupload video ini. Bisa dicara Youtube. Sebagian mereka menganggap adanya pengacara itu sesuatu yang bisa memberi harapan. Ya bagus. Namanya manusia, tak boleh berhenti berharap.

Tapi pada akhirnya nanti, mereka akan tau: Kenapa duitnya dipakai buat bayar pengacara? Lebih baik langsung kembaliin top up.

Pengacara ini juga jelas tak paham. Memiles itu bukan bisnis periklanan. Atau kalau mau dibilang bisnis periklanan, itu bisnis periklanan palsu untuk orang yang hobby melawah,

Lihat disini bisnis periklanan lawakan tersebut. Top up (tambah saldo) untuk bayar iklan, dapat bonus gila-gilaan. Lalu saldo itu digunakan untuk pasang iklan main-main, iklan bandeng yang secara sembarang gambarnya dia dapat di internet (karena dia sendiri bukan pedagang/pengusaha yang punya produk). Waras?

Terus terang saja, buat saya video itu menyedihkan.

Ini videonya, selama belum dihapus sama yang punya.

https://www.youtube.com/watch?v=EUhYKvMEZJM&t=620s

Terbukti Cecunguk Memiles digiring ke Polda Jatim (23 Desember 2019)

Hari ini, cecunguk Memiles, Ram (entah apa nama lengkapnya) mengatakan bahwa dia baru kembali dari Polda Jawa Timur.

Seperti biasa, banyak pernyataan bodoh yang dikatakan ‘Mr. Ram’ ini :

  • Saya bekas polisi, bekas brimob, jago tembak”.
  • sudah membebaskan cecunguk-cecunguk lain dari Polda Jatim
  • Anggota Polda jatim akhirnya tertarik menjadi anggota keluarga Memiles
  • Polisi sudah merendahkan memiles
  • Dia tidak takut pada polisi, Dia tanda tangan BAP karena saran dari pengacara.
  • Harta nenek moyangnya masih banyak untuk membayar member Memiles. Raja Salman pun tak berani melakukan apa yang dia lakukan. (errgh, kelihatan sih kalau orang kaya itu memang low profile. Pakai baju murahan dan tak pernah salin dari minggu lalu).
  • Tanpa Google kita hidup
  • Tak ada yang bisa lawan India. Yang bikin angka nol itu India.
    (Errrr, angka nol itu temuan bangsa arab. Mungkin dulu tanpa tanpa sepengatuan orang lain orang arab ini sudah pindah kewarganegaaran jadi India).

Buat orang yang punya akal sehat pernyataan Ram itu seperti lawakan. Tapi tak lucu.

Video si Ram ini paling tidak membuktikan dugaan saya bahwa memang benar ada penggerebekan Polisi ke kantor Memiles, bahwa benar para cecunguk Memiles ‘digiring’ Polisi ke Polda Jawa Timur.

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Dari mulutnya Ram dia tanda tangan BAP. Kalau ada BAP ya sudah ada kasus. Kasusnya memang belum jelas. Yang pasti ada kasus.

Apakah Memiles akan beroperasi lagi seperti biasa? Tidak. Sebagai pengamat skema penipuan berskema ponzi seperti Memiles, dugaan saya (yang ini memang dugaan), Memiles dipaksa oleh pihak berwenang untuk tidak menerima Top up.

Ini seperti kasus skema ponzi di Pandawa. Kenapa? Pertama untuk menghindari bertambahnya korban. Kedua untuk membuktikan: Kalau Memiles memang ada usaha, tanpa Top up pun mereka bisa membayar profit. Yang namanya bisnis, tak ada tambahan modal tetap akan bisa berjalan.

Stop top-up juga akan membuktikan, kalau Mr. Ram ini memang super kaya raya, dia akan tetap bisa memberi bonus yang dijanjikan tanpa adanya top-up baru.

Dan pada akhirnya akan terbukti Memiles tak akan mampu memberi bonus tanpa adanya top-up baru. Lalu orang akan berbondong-bondong membuat laporan dan seterusnya.

Link video:

Kantor Memiles tutup, rekening diblokir (19 Desember 2019)

Masih ditanggal 19 Desember 2019, kantor Memiles ditutup. Keterangan yang bisa diperoleh dari Leader Memiles, penutupan kantor dilakukan untuk pembenahan. Tidak ada penjelasan resmi dari Suhanda atau pihak manajemen lain.

Tapi pembenahan itu cuma untuk menenangkan member. Kemungkinan terbesar, penutupan dilakukan karena desakan aparat yang sejak lama mencium bahwa akan terjadi kerugian besar bagi para member Memiles.

Selain kantor, rekening bank Memiles (atas nama PT Kam and Kam) juga diblokir. Pemblokiran rekening ini mengindikasikan ada masalah sangat besar. Bank tidak sembarangan memblokir rekening kecuali ada pengaduan dari korban penipuan atau permintaan instansi berwenang.

Pemblokiran rekening bank juga menunjukkan bahwa masalah di Memiles bukan pembenahan. Sangat aneh perusahaan menutup rekeningnya saat pembenahan. Apalagi perusahaan seperti Memiles yang sangat amat berharap adanya top-up untuk membayar kewajiban bonus yang sudah menggunung.

kantor memiles
Kantor Memiles yang ditutup
rekening memiles diblokir
Rekening bank Memiles diblokir

Aplikasi Memiles dihapus dari Google Playstore (19 Desember 2019)

Per tanggal 19 Desember, aplikasi Memiles tak ada lagi di Google Playstore. Banyak member Memiles juga tak dapat membuka aplikasi yang sudah terinstal.

info memiles: aplikasi dihapus dari Google Play store
Cari ‘memiles’ di Google Play Store, tak muncul.

Dengan demikian, member Memiles tak bisa lagi melakukan melakukan instalasi dan update melalui Google Play Store.

Pihak Memiles kelihatannya mencoba mengatasi dengan meng-upload apk di situs apktada.com. Member bisa melakukan update aplikasi melalui situs tersebut disana.

Meski aplikasi tetap bisa di install, dihapusnya aplikasi dari Google Play Store pasti membawa dampak besar yang akan membuat Memiles bukan hanya oleh, tapi mulai tenggelam.

Orang yang tadinya meragukan kerjasama antara Google dan Memiles kini mulai tak percaya lagi dengan Memiles. Makin sulit Memiles untuk membuat member menambah Top-up. Makin sulit pula untuk menjaring member baru.

Penyebab aplikasi dihapus oleh Google Playstore

Besar kemungkinan karena pelaporan pihak berwenang yang menduga adanya penipuan di Memiles.

Memiles sebelumnya juga sudah masuk dalam daftar investasi ilegal.

Memiles penipuan berkedok bisnis periklanan

Peringan OJK terkati Memiles

Dampak dihapusnya aplikasi

Memiles hanya bisa diakses lewat aplikasi. Dengan tidak bisa dibukanya aplikasi, seluruh catatan tentang history top-up, status top-up, jumlah miles yang dikumpulkan tak bisa lagi diakses oleh member Memiles.

Para korban Memiles disarankan untuk menyimpan bukti-bukti transfer ke PT Kam and Kam. Bukti tersebut akan diperlukan untuk tindakan selanjutnya.

Info Memiles sebelumnya: Penggerebekan kantor Memiles

Makin banyak member Memiles yang tak lagi yakin dengan Memiles. Beberapa orang di Group Facebook Memiles malah sampai menawarkan akunnya kepada orang lain.

Ini karena berbagai bonus yang dijanjikan tak kunjung terealisasi. Bonus memiles didasarkan pada nilai omzet dan hari kerja. Itu diketahui saat member melakukan Top-up. Setiap mereka Top-up untuk mendapatkan suatu bonus, akan muncul informasi saat omzet mencapai berapa milyar bonus itu akan diberikan ditambah hari kerja pemrosesan.

Tapi faktanya, ketima omzet Memiles (yang dimaksud omzet adalah total jumlah top-up yang sudah diterima Memiles) mencapai 700 Milyar lebih, banyak member yang seharusnya mendapat bonus pada nilai omzet 100 Milyar belum mendapatkan haknya. Hari kerja pemrosesanpun sudah jauh terlewat.

Mudah saja sebetulnya mengetahui apa yang terjadi: Pemasukan top-up (baik dari member lama maupun baru) sudah jauh jauh jauh lebih kecil dari kebutuhan membayar bonus.

Tanggal 18 Desember 2019:

Terjadi penggerebekan kantor Memiles di Jalan Sunter Paradise 2. Penggerebekan dilakukan oleh Kepolisian Jawa Timur karena adanya laporan dari warga Surabaya.

Ini lah yang memicu ditutupnya Kantor Memiles. Kemungkinan penarikan aplikasi Memiles dari Playstore juga ada kaintannya dengan penggerebakan ini.

Menurut info dari kalangan member Memiles sendiri, pimpinan Memiles terbang ke Surabaya untuk menangani masalah ini. In my opinian, dia dibawa pihak kepolisian ke Surabaya.

Pertanyaan dan Jawaban

Dimana Kantor Memiles?

Jl. Sunter Paradise 2 Blok f21/17 Jakarta Utara.

Sebagai catatan, Memiles baru menempati kantor ini beberapa bulan. Tak ada gunanya juga ke Kantor ini.

Apakah uang Anda akan kembali?

Dari Memiles? Tidak. Skema seperti ini tak akan bisa mengembalikan dana korban. Sama dengan kasus skema Ponzi lain seperti Pandawa dan First Travel.

Uang Anda hanya mungkin kembali bila Anda meminta pertanggung jawaban dari Leader atau siapapun yang mengajak anda untuk bergabung di Memiles.

Apakah harus lapor Polisi?

Pasti. Anda telah ditipu. Hal yang logis adalah lapor polisi. Pertama karena harus ada hukuman bagi si penipu. Kedua, Anda juga jadi berperan untuk memperkecil terjadinya hal yang sama di kemudian hari pada orang lain.

Biasanya polisi akan membuka posko pengaduan bila banyak masuk laporan untuk kasus yang sama. Silahkan ikuti berita disini untuk info selanjutnya.

Posko pengaduan pada kasus-kasus seperti Memiles

Siapa yang harus dilaporkan?

Pastinya PT Kam and Kam. Juga Leader dan siapaun yang mengajak Anda bergabung di Memiles. Ini akan menekan mereka untuk bertanggung jawab. Ingan, uang Anda akan kembali kalau yang mengajak Anda bertanggung jawab. Sertakan bukti ajakan, video dan sebagainya, juga bukti transfer ke PT Kam and Kam.

Anda beruntung bila dapat membuktikan bahwa orang yang mengajak Anda telah memperoleh bonus. Bonus itu sebetulnya adalah uang Anda.

Pelajaraan apa yang dapat anda petik?

Jangan sekali-sekali ikut bisnis, investasi atau apapun namanya yang:

  • Mengajak banyak orang untuk ikut
  • Menjanjikan keuntungan lebih dari 2% sebulan

Apakah semua info memiles ini akurat?

Bahas bisnis adalah sumber berita akurat untuk bisnis penipuan semacam ini. Info memiles dalam halaman ini tidak didasarkan pada perkiraan, kecuali memang disebut demikian.

43 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

data-matched-content-ui-type="image_sidebyside"