Viplus, Kebohongan lagi dan nasib VP

Viplus pun kini hadir. Dengan demikian, Vtube resmi…ditutup. Logika saja. kalau Vtube masih ada harapan akan legal, Wilbert Karimun dan Yunita Atmodjo gak akan bikin yang baru.

Pertanyaanya, apakah Viplus itu penerus Vtube?

Sama sekali bukan. Vtube itu skema ponzi, Viplus itu skema piramida. Dua-duanya memang skema bejat yang memperdaya orang tapi beda dalam cara.

Apa sih beda skema ponzi dan skema piramida? Skema ponzi itu orang setor uang, lalu dapat uang dari member baru yang juga setor uang. Tak ada barang yang diperjual belikan. Skema piramida beda. Di skema piramida, ada barang yang diperdagangkan, tapi itu buat penyamaran setor-setor uang. Barangnya bisa beragam. Yang pasti: harganya dinaikkan dahulu berlipat ganda.

Baca disini untuk lebih jelasnya: Skema ponzi dan piramida

Vtube itu skema ponzi mirip klikshare, goins. Viplus itu mirip Qnet.

Viplus bukan penerus Vtube, tapi memang ada keterkaitan: Sama-sama dibuat oleh penipu yang sama. Juga, peringkat anda di Vtube akan ditransfer ke viplus dengan syarat: Beli produk seharga 300 ribu perak.

Apakah VP dari member Vtube akan berlaku di Viplus?

Jadi member Viplus anda harus belanja 300 ribu perak minimal. Apakah bisa pakai VP? ahaaaa. Bisa dong pakai 20 VP? Jangan harap. VP Anda sudah hangus. Anda harus pakai rupiah.

Lalu bagaimana nasib VP anda di Vtube? Hangus, hilang, lenyap, menguap, ZONK.

Bagaimana Viplus menipu anda?

Seperti halnya MLM sesat seperti Qnet dan Eco Racing, bandar akan menjanjikan anda keuntungan luar biasa. Dari jutaan rupiah perhari sampai puluhan juta perhari.

Ohohoho. Anda bisa dapat jutaan rupiah perhari di Viplus

Benarkah? Tidak. Ini alasannya.

Untuk dapat penghasilan jutaan rupiah perhari seperti yang dibilang tukang ngibul ini, Anda harus dapat downline puluhan orang sampai ratusan orang, dan downline anda harus mau belanja produk mereka jutaan rupiah. Bisa? Bisa kalau semua orang bodoh dan membeli produk murahan jutaan rupiah.

Produknya apa sih? bisa bermacam produk. Mereka juga bisa menjual produk yang ‘legitimate’ tapi harganya dimahalkan berlipat ganda. Siapa yang mau beli produk dengan harga berlipat ganda? Menawarkan produk dengan harga wajar saja perlu strategi dan kadang tak mudah. Menawarkan produk dengan harga berlipat ganda? Ya Anda harus cari orang bodoh sebagai korban.

Mereka masih haus memperdaya orang

Mengapa Wilbert Karimun dan Yunita Atmodjo membuat Viplus?

Karena mereka masih belum puas membodohi orang.

Vtube sudah mati, penghasilan mereka terhenti, tapi mereka melihat peluang. Bahwa banyak orang bodoh yang militan di Vtube. KItu bisa dimanfaatkan walaupun vtube sudah bubar.

Anggap ‘vtuber betulan’ itu satu juta orang saja, anggap 1 % yang bisa mereka bodohi dua kali dan mengeluarkan uang 300 ribu perak. Keuntungannya anggap 100 ribu rupiah. Mereka sudah mendapat 10.000 dikali 100.000 = 1 Milyar.

Sesudah orang pada beli, ya syukur-syukur orang itu mau membodohi sanak saudaranya, atau donwline-nya semasa di vtube. Makin bertambah pula uang mereka.

Kalau setelah itu tak berkembang? Ya tidak perduli. Mereka sudah dapat cuan banyak.

viplus

Apakah Viplus legal?

Ada memang perusahaannya. Tapi ingat, hanya karena ada perusahaan legal belum tentu bisnis itu legal. Legalitas perusahaan sebagai sebudah badan itu mirip dengan KTP kalau perbandingannya orang. KTP-nya legal, tapi orangnya bisa saja mencuri.

Dari regulasi yang ada, Viplus ini sebetulnya sudah bisa dibredel pula oleh Satgas Waspada Investasi. Kenapa? Karena mereka MLM. Dan dalam Peraturan Menteri Perdagangan (permendag) No. 70 tahun 2019, tegas dinyatakan bahwa perusahaan distribusi langsung (alias MLM) dilarang mewajibkan orang untuk membeli produk sebagai syarat jadi mitra (member). Vplus jelas mensyaratkan orang untuk beli produk seharga 300 ribu perak untuk jadi member. Jadi jelas melanggar regulasi yang ada.

Juga, dalam permendag yang sama, tegas dinyatakan perusahaan MLM dilarang pula mewajibkan member membeli produk untuk naik peringkat. Viplus jelas mensyaratkan orang membeli sejumlah besar produk tambahan untuk naik peringkat dari starplus 1 ke starplus 2 dan seterusnya.

Permendag No. 70 tahun 2019 pasal 21

Secara peraturan akan sulit Viplus mendapat izin sebagai perusahaan MLM. Dan kalau tak dapat izin tetap beroperasi, ya dibredel seharusnya.

Apa sebetulnya yang harus dilakukan member Vtube?

Seharusnya Anda menuntut penjualan VP Anda ke Wilber Karimun dan kawan-kawan. Serbu rumahnya ramai-ramai.

Bukankah Wilbert Karimun yang mengatakan bahwa VP yang Anda peroleh itu dari profit sharing periklanan? Profit sharing itu akan tetap ada walaupun aplikasinya sudah diblock oleh Kemkominfo.

Seharusnya Anda meminta pertanggungjawaban, bukan malah mau dibodohi 2 kali. Terlalu.

18 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

data-matched-content-ui-type="image_sidebyside"