Yang Tak Diketahui Tongam Tobing Tentang Vtube

Menarik mendengarkan wawancara detik.com dengan Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Tobing.

Meskipun Tongam Tobing menyatakan Vtube illegal dan masih illegal, ada yang menarik: Tongam Tobing tak menyebut sekalipun tentang Fast Track dan mengatakan Vtube bisnis periklanan seperti Youtube. Apakah Tongam Tobing tak tau? Bisa jadi sebab dalam wawancara itu Tongam Tobing juga menyebut beberapa kali bahwa informasi-informasi yang dia sampaikan berdasarkan apa yang dipresentasikan pihak Vtube.

Fast track, informasi kunci dari skema ponzi Vtube

Fast track adalah istilah vtube untuk jalur cepat yang bisa dipilih para membernya. Jalur cepat untuk apa? Untuk dapat uang banyak. Untuk fast track, member harus mengeluarkan uang. Member harus membeli VP ke member lain dan menggunakan VP tersebut untuk membeli Fast track.

Tanpa Fast track, Vtube memang legit

Tanpa Fast track, member hanya mendapat 12 VP sebulan. Yang bisa diuangkan hanya 2 VP. Dirupiahkan hanya sekitar 30 ribu perak.

Tanpa Fast track, Vtube memang aplikasi yang legit. Vtube seperti aplikasi penghasil ‘recehan’ seperti Cashzine, aplikasi testing game atau aplikasi survey. Mirip, walaupun beda dari logika bisnis.

Tanpa Fast track berarti skema bisnis Vtube akan seperti ini:

Perusahaan pengiklan bayar ke Vtube. Member nonton iklan dapat View point. Mirip dengan point point yang bisa didapat pada aplikasi penghasil recehan lain. Point ini nantinya ditukar ke Vtube. Beres. Tinggal tersisa logika bisnisnya.

Adanya Fast Track itulah yang membuat Vtube skema ponzi

Adanya fastrack, bisnis Vtube akan seperti ini. Dan inilah yang sebetulnya terjadi.

Member membeli VP kepada member lama. Umumnya yang terjadi, member baru membeli VP ke member lama.

VP ini dipakai untuk fast track. Dengan fast track, member berkesempatan mendapatkan penghasilan yang jauh lebih besar ketimbang yang gratisan.

Member lalu mengumpulkan View point dengan menonton iklan. Point yang terkumpul lalu dijual kepada member lain, umumnya ke member lebih baru lagi yang mau fast track.

Sampai disini sudah jelas perbedaannya. Dan sudah jelas tanda tanda oper-operan uang antar member.

Apakah ini skema ponzi? Kita lihat saja pengertian skema ponzi: Suatu skema bisnis dimana investor atau peserta lama mendapat penghasilan bukan dari bisnis yang sebenarnya, tetapi dari uang kepesertaan peserta lebih baru atau investasi dari investor lebih baru. Vtube masuk pengertian ini? Ya. Peserta fastrack baru setor uang ke peserta fast track lama. Peserta fastrack baru ini mendapatkan uang dari peserta fastrack yang lebih baru lagi.

Apakah potensi kerugian masyarakat akan sama dengan skema ponzi lainnya? Persis.

Vtube membutuhkan peserta fast track baru dalam jumlah berlipat supaya peserta fast track lama mendapat untung. Lama lama jenuh dan peserta fast track yang belakangan masuk akan rugi.

Mode Gratisan yang dijadikan tameng

Mode gratisan memang ada di vtube. Tapi kalau kita pikir, member gratisan ini nanti dapat uang dari mana? Dari member gratisan juga? Tidak. Dia harus menjual point ke peserta yang mau fast track.

Lagipula, dari berbagai video di Youtube, banyak tersebar dedengkot vtube mendorong orang ikut fast track. Tanpa fastrack memang vtube tak akan berjalan.

Bisnis periklanan abal-abal

Kelihatannya detik.com dan sebagian masyarakat lebih proaktif daripada satgas waspada investasi. Dulu di group masyarakat anti ponzi ada seorang yang dengan sigap meminta klarifikasi ke perusahaan besar yang iklannya tayang di vtube. Klarifikasi itu untuk membuktikan dugaannya bahwa bisnis periklanan di vtube adalah palsu. Dan hasilnya? Memang palsu. Paling tidak, ada 5 perusahaan yang membantah bahwa mereka pasang iklan di vtube.

Detik.com juga langsung meminta klarifikasi dari Kentucky Fried Chicken yang iklannya tayang di vtube. Apakah KFC pasang iklan di Vtube? Dan jawabannya adalah tidak.

Sumber:
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5349315/iklannya-pernah-tayang-di-vtube-kfc-bantah-mentah-mentah

Dua Fakta yang saling terkait

Fakta adanya fastrack, member dapat uang dari setoran uang member lain lalu membuat kecurigaan tak ada bisnis periklanan sebenarnya di vtube. Klarifikasi dari beberapa perusahaan besar bahwa mereka tak pasang iklan di vtube membuktikan kebenaran tersebut.

Dua fakta itu sudah cukup untuk menyimpulkan bahwa member, investor, peserta atau apa pun namanya mendapat penghasilan bukan dari bisnis yang sebenarnya, tapi dari setoran uang member lebih baru.

Ketidaktahuan melahirkan pernyataan tak relevan

Ketidaktahuan tentang adanya fastrack yang jadi tulang punggung Vtube dan palsunya iklan di Vtube menyebabkan siapapun akan terkecoh oleh Vtube. Dan bila itu terjadi pada seorang pejabat, akan melahirkan rekomendasi dan pernyataan yang tak relevan dengan masalah inti vtube sebagai skema ponzi:

  • Vtube harus membereskan komunitas yang mengatasnamakan vtube dan merugikan Vtube. Komunitas skema ponzi kok dibereskan?
  • Perusahaan pengiklan harus membeli point ke Vtube, bukan ke member Vtube. Memangnya ada perusahaan pasang iklan di vtube?
  • Kita positif saja, mungkin vtube itu inovasi yang bisa menguntungkan masyarakat. What?

Sumber: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5352886/podcast-menyingkap-wajah-asli-vtube-bersama-tongam-l-tobing

SWI, selanjutnya apa?

Cara kerja Satgas Waspada Investasi mungkin beda dengan cara kerja masyarakat dan detik.com. Tapi masyarakat pasti membutuhkan Satgas yang lebih proaktif, bukan sekedar menerima laporan dari con artist (penggagas skema ponzi).

Kalau tidak sempat klarifikasi berbagai informasi ke pihak yang terkait, mungkin diperlukan audit dari akuntan publik. Audit saja Vtube. Bagaimana aliran keuangannya? Ada hasil dari usaha periklanan yang cukup untuk membayar orang nonton iklan? Mudah-mudahan saja perintah audit itu dimungkinkan.

Bagaimanapun, Otoritas Jasa Keuangan berupaya agar masyarakat meningkatkan literasi keuangan, termasuk masalah investasi, tentunya. Jangan sampai terjadi ironi.


9 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

data-matched-content-ui-type="image_sidebyside"