Ada iklan di vtube? Berapa IQ Anda?

Kisah Mr Bob beriklan di Youtube

Tersebutlah kisah seorang pebisnis. Namanya Mr. Bob. Dia jual tas wanita yang cantik. Tas ini untuk kalangan menengah ke atas. Setiap jual 1 tas, keuntungan bersihnya 100 ribu rupiah.

Supaya makin laris, dia biasa iklan di Youtube. Di Youtube, setiap orang nonton iklannya (tidak diskip), dia harus bayar 1000 rupiah. Iklan disitu memang mahal. Bayangkan, kalau ada 100 orang saja yang nonton iklan, itu sudah keuntungan 1 tas.

Maka dia harus hati-hati. Dia berharap dari 100 orang yang nonton, minimal ada 2 orang yang beli. Jadi dia masih dapat untung. Dalam dunia periklanan digital, istilahnya: Tingkat konversinya dari nonton menjadi beli minimal 2%. Kalau lebih ya lebih bagus.

Dan untuk mencapai konversi 2% itu tak gampang. Selain iklannya harus menarik dan menampilkan keunggulan produk, iklan itu juga harus ditonton oleh pembeli potensial saja. Jangan sampai banyak kakek-kakek nonton. Mereka tak akan beli. Jangan sampai anak-anak nonton. Mereka juga tak akan beli. Bahkan, menurut Mr. Bob, jangan sampai remaja-remaja wanita nonton. Mereka juga tak akan beli sebab tas ini modelnya untuk emak-emak.

Supaya iklannya ditonton oleh pembeli potensial saja, maka dia harus kasih tau Youtube. Hei Youtube, iklanku targetnya wanita. Umurnya 25 tahun keatas dan suka fashion, ya.

Maka Youtube lalu mencari kalangan yang sesuai target tersebut. Datanya dari Google. Di kalangan itulah iklan disodorkan. Muncul saat mereka nonton Youtube. Sebagian dari mereka nonton. Dan sebagian dari yang nonton itu akhirnya beli. Konversinya pun bagus sesuai harapan Mr. Bob.

Mr. Bob pun senang. Biaya iklannya masih dibawah keuntungan yang diperoleh.

Kisah Mr. Jeff beriklan di V-tube

Alkisah ada saingan Mr. Bob. Namanya Mr. Jeff. Produknya sama dengan Mr. Jeff karena dari pemasok yang sama. Keuntungan yang diperolehpun sama. Untung 100 ribu setiap jual 1 tas.

Alih-alih beriklan di Youtube, dia tertarik beriklan di Vtube. Sebab menurut Mr. Jeff, beriklan di vtube itu asik. Member vtube itu member yang setia nonton iklan. Member Vtube itu tak perlu video hiburan, tak perlu video pengetahuan, tak perlu video berita. Mereka cuma nonton iklan tok. Asik.

Setiap orang nonton iklannya divtube, Mr. Jeff harus membayar 1000 rupiah juga. Dan sambutan dari member vtube itu luar biasa. Mereka semua menonton iklan tas Mr. Jeff. Mr. Jeff bangga sekali.

Pasang iklan di vtube

Dia telpon Mr. Bob, saingannya. “Hai Bob, iklanmu ditonton berapa orang hari ini di Youtube?”

“Iklanku ditonton 1000 ribu orang”, kata Mr. Bob.

“Ha? sedikit sekali. Iklanku lho ditonton 100.000 orang hari ini”, kata Mr. Jeff dengan bangganya.

Mr. Bob nyengir nyengir saja.

Malapetaka buat Mr. Jeff di V-tube

Iklan di vtube (kalau beneran ada)

Tapi waktu bahagia Mr. Jeff ternyata tak bertahan lama. Besoknya dia ambil kalkulator. Dari 100.000 orang yang menonton iklannya, hanya 50 orang yang beli. Konversinya 0,05%.

Biaya iklan yang harus dibayar ke vtube: 100.000 x 1000 = 100 juta.

Keuntungan penjualan: 50 x 100.000 = 5 juta.

Whaaat? Mata Mr. Jeff terbelalak. Gue rugi 99 juta.

Akan halnya Mr Bob, yang menonton iklan memang hanya 1000. Yang beli 20 orang. Konversinya 2% sesuai target. Dihitung-hitung:

Biaya iklan di Youtube: 1000 x 1000 = 1 juta

Keuntungan penjualan: 20 x 100.000 = 2 juta.

Untuk satu juta dalam 1 hari. lumayan.

Mr. Bob pun menelpon Mr. Jeff ingin menanyakan berapa keuntungan yang diperoleh dari beriklan di vtube. Tapi nomor Mr. Jeff mati, tak bisa dihubungi. Mudah-mudahan belum gantung diri, kata Mr. Bob dalam hati.

Mengapa Mr. Bob untung dan Mr Jeff rugi?

Itu karena di Youtube iklan dari awal ditargetkan. Orang yang nonton harus diupayakan terbatas hanya pada pembeli potensial. Tidak banyak tapi menghasilkan. Ini seperti menggunakan jaring kecil dan menjaring iklan di lokasi yang sudah diketahui banyak ikannya.

Sebaliknya di vtube, iklan tidak ditargetkan. Semua orang menonton iklan Mr. Jeff karena ingin dibayar. Ya remaja perempuan bahkan remaja laki-laki. Ya nenek-nenek bahkan kakek-kakek. Tak ada dari mereka yang sebetulnya potensial membeli tas emak-emak yang cantik. Itu seperti menggunakan jaring luar biasa besar tapi menjaring di tempat yang tak diketahui dimana ikan berada.

Dalam iklan digital model tayangan dan klik, iklan tanpa pentargetan itu suatu cara yang bodoh. Orang yang bukan pembeli potensial, walaupun tak tertarik bisa iseng menonton atau mengklik iklan. Lebih parahnya iklan tanpa pentargetan dan penonton dibayar. Ini idiot. Sebab akan ada berlipat ganda orang yang bukan pembeli potensial menonton iklan karena ingin dibayar.

Dan herannya banyak orang yang percaya bahwa iklan tanpa pentargetan dan penonton dibayar itu suatu yang mungkin terjadi….di vtube.

Sesungguhnya tak ada bisnis iklan di vtube

Kisah diatas hanya ilustrasi. Angka-angka pun hanya ilustrasi, tapi bahwa iklan bertarget itu lebih mungkin menguntungkan dan tak bertarget itu merugikan suatu yang logis adanya.

Dan Mr Jeff pun hanya hayalan. Sebab tak ada pebisnis yang mau pasang iklan di vtube. Kecuali kalau pebisnis itu sama bodohnya dengan para v-tuber. Tak ada pebisnis yang sebodoh itu.

Secara logika bisnis, tak ada yang mau pasang iklan di vtube. Secara fakta, juga terbukti dari sanggahan beberapa perusahaan yang ‘iklan palsu’-nya tayang di V-tube.

Secara logika tak akan ada yang pasang iklan di vtube. Secara fakta sanggahan juga tak ada yang pasang iklan di vutbe. Maka mempercayai vtube bisnis periklanan…berapa IQ Anda?

Vtube cuma skema ponzi

Tak ada yang pasang iklan di vtube. Maka pengakuan vtube sebagai bisnis periklanan adalah bohong belaka, hanya untuk menyamarkan skema ponzi alias arisan berantai.

Vtube itu hanya skema ponzi. Sayangi uang Anda. Tak ada yang mau membayar orang menonton iklan. Keuntungan berasal dari uang peserta baru. Anda masuk, Kalau kemudian peserta baru sepi, uang Anda hilang. Bisa dibaca disini:

Vtube, penipuan bisnis periklanan.

Atau simak tayangan ini.

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

data-matched-content-ui-type="image_sidebyside"