Global Mall, Mau Ikut? Lihat Nasib JD Union

Global Mall, lagi dan lagi, penipuan menyamar bisnis e-commerce mencoba membodohi masyarakat. Modusnya sama dengan JD Union dan Alimama yang sudah bubar. Sama-sama mengaku memberi komisi untuk pura-pura belanja.

Cara kerja Global Mall

Global Mall, sesuai namanya mengaku sebagai platform yang bisa membuat penjual di Tokopedia, Bukalapak dan lain-lain melakukan penjualan pura-pura di Global Mall sehingga menaikkan volume penjualan dan reputasi penjual.

Cara kerja untuk mendapatkan uang di Global Mall: Download aplikasi (aplikasi liar yang tak terjamin keamanannya), daftar lalu pilih barang dari suatu e-commerce. Lakukan seolah-olah Anda sedang berbelanja. Tentu belanjanya pura-pura. Setiap belanja pura-pura, Anda akan mendapatkan komisi. Anda bisa pura-pura belanja sampai beberapa puluh kali setiap hari.

Tawaran Gratis itu cuma jebakan batman

Setiap daftar di Golbal Mall, Anda akan dapat modal gratis sebesar Rp. 300.000. Dengan modal itu Anda bisa pura-pura belanja dan mendapatkan komisi sekitar Rp. 20.000 sehari. Lumayan? Tunggu dulu.

Modal gratis itu cuma jebakan batman. Dua hari selanjutnya, modal itu akan lenyap. Apakah Anda bisa menarik uang komisi yang sudah Anda dapat selama 2 hari? Jangan harap. Anda harus deposit ratusan ribu rupiah, melanjutkan permainan sampai mencapai limit penghasilan yang bisa ditarik.

Mengapa Global Mall Penipuan

Berikut tanda-tanda Global Mall adalah penipuan:

Kebohongan tampak jelas dari deskripsi perusahaan

Yang paling mencolok ciri penipuan dari Global Mall ada di deskripsi perusahaan. Deskripsi ini tampil di aplikasi Global Mall. Disitu desebut bahwa Global Mall membantu perusahaan meningkatkan penjualan.

Meningkatkan penjualan? Bagaimana mungkin? Di Global Mall, orang hanya klik order, kirim, tapi itu hanya permainan di aplikasi Global Mall. Tak ada pembelian yang sebenarnya. Bagaimana mungkin meningkatkan penjualan tanpa pembelian sebenarnya?

By the way, dari bahasa tulisan di aplikasi, tampak sekali tata bahasa Indonesia yang super kacau balau. Kemungkinan aplikasi ini buatan orang dari negara lain.

Profile lucu Global Mall

Atau pura-pura beli itu meningkatkan reputasi penjual? Bohong juga.

Di baligan lain, Global Mall mengaku juga membantu meningkatkan rating penjual di Tokopedia, Bukalapak dan lainnya. Orang pura-pura beli barang di Global Mall lalu penjual di Tokopedia meningkat reputasinya? Mana mungkin.

Setiap e-commerce punya satu kesamaan dalam pencatatan penjualan: Pembeli kirim uang, penjualan pun tercatat. Global Mall mengaku bisa merubah data penjualan pedagang di e-commerce lain tanpa adanya pembayaran. Itu bohong.

Kenapa bohong? Karena untuk itu mereka harus meng-hack e-commerce lain dan menguasainya untuk waktu yang cukup lama. Dan itu tak mungkin. Hacking memang mungkin. Tapi menguasainya dalam waktu cukup lama, merubah data seenaknya tak mungkin.

Tak ada alamat perusahaan

Global Mall mengaku membantu memasarkan produk pedagang online. Tapi lucunya tidak ada kontak yang bisa dihubungi. Lalu bagaimana pedagang online berhubungan dengan mereka?

Tidak adanya alamat suatu bisnis juga suatu tanda besar bahwa sebuah bisnis adalah penipuan. Tak ada perusahaan apapun di dunia yang tak mempunyai alamat dan/atau kontak yang bisa dihubungi. Bahkan bila bisnis tersebut murni bergerak secara online. Kecuali tentu saja: Penipu yang tak ingin alamatnya diketahui.

Nama perusahaan yang lucu

Di aplikasi, tertulis nama perusahaan ini Indonesia Global Mall Co., Ltd. Ini nama perusahaan di beberapa negara seperti Inggris dan Kanada. Kepanjangannya company, limited. Perusahaan yang berizin dan beroperasi di Indonesia tidak akan mempunyai nama Co., Ltd, tetapi: PT.

Profile perusahaan pun terlihat tata bahasa yang kacau. Coba lihat paragraph kedua dari screenshot di bawah ini: Membantu bla bla bla adalah platform bla bla bla.

Dilihat dari kelucuan di atas, ada kemungkinan penipu yang ada dibelakangnya bukan berasal dari Indonesia.

Aplikasi liar

Aplikasi suatu bisnis yang beroperasi di smartphone Android seharusnya terdaftar di playstore. Dengan terdaftar di play store, perusahaan menjamin kepada pelanggannya bahwa aplikasi tersebut aman bagi smartphone dan juga ‘relatif lebih’ aman bagi data-data pribadi pengguna. Itupun tak menjamin aplikasi tersebut bebas dari penipuan. Tapi aplikasi sebuah bisnis tidak terdaftar di play store? Hanya orang bodoh yang mau berbisnis dengan perusahaan yang aplikasinya liar.

Global Mall hanya skema ponzi

Global Mall adalah skema ponzi alias arisan berantai. Mereka membayar membernya bukan dari bisnis tapi dari uang member yang lebih baru. Member baru harus berlipat ganda dari member sebelumnya. Lama-lama jumlah member baru tak bisa menutupi kebutuhan untuk membayar membar lama. Maka penipuan inipun bubar. Saat bubar, akan ada lebih banyak member yang rugi daripada yang untung.

Tapi terbukti membayar?

Semua skema ponzi arisan berantai pasti membayar. Tapi itu hanya pada awal-awalnya, selama masih ada sejumlah member baru yang menyetorkan uang. Saatnya member baru sudah sedikit, pembayaranpun pasti macet. Member yang belakangan masuk akan rugi, kehilangan uang sebagian atau seluruhnya.

Skema ponzi akan cepat bubar

Skema ponzi pasti cepat bubar. Kenapa? Karena skema ini membutuhkan adanya member baru dalam jumlah berlipat-lipat dari waktu ke waktu. Lama-lama

Ikut Global Mall? Mengajak orang lain?

Skema ponzi akan merugikan lebih banyak orang daripada menguntungkan. Terlebih zaman internet, orang akan mudah menemukan informasi apakah suatu bisnis adalah sebenarnya bisnis atau skema ponzi. Makin banyak orang tahu, makin cepat peminatnya berkurang, makin cepat pula skema ponzi bubar.

Bila Anda ikut, siap-siap duit Anda lenyap. Tak ada yang menjamin bahwa beberapa hari setelah Anda menyetorkan uang, aplikasi Global Mall masih berjalan lancar. Pun kalaupun Anda sempat mengambil keuntungan, keuntungan Anda adalah uang orang yang rugi.

Mengajak orang lain? Teman dan saudara? Siap-siap menghadapi hubungan yang rusak. Bisa jadi setelah teman dan saudara Anda ikut, Global Mall langsung bubar.

Nasibnya akan persis sama dengan JD Union

JD Union sekarang sudah terbukti penipuan. Aplikasinya sudah tak lagi bisa dijalankan. Entah berapa ribu member yang rugi. Kerugiannya tidak main-main. Beberapa member sampai rugi puluah jutaan rupiah. Kemana mereka harus meminta pertanggungjawaban? Kepada siapa? Alamat kantor tak jelas, pemilik perusahaanpun tak jelas.

Begitulah yang akan terjadi dengan Global Mall. Persis sama. Sama-sama skema ponzi alias arisan beantai, sama-sama pura-pura aplikasi belanja. Kemungkinannya pun sama: Bubar karena sepi peminat, atau penipu langsung menghilang.

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

data-matched-content-ui-type="image_sidebyside"