Fingo: Cuma Akal Bulus Jual Produk Murahan

Fingo akal bulus

Fingo itu e-commerce dengan sistem affiliate? Bohong. Cuma orang bodoh yang bisa dibodohi dengan istilah bisnis kekininan itu. Apa sebetulnya yang dilakukan Jack Yi dan Kawanannya? Jualan produk murahan dengan harga selangit.

Jack Yi dan kawanannya cuma mau jual produk murahan harga selangit

Jadi member Fingo, Anda harus bayar 199 RM, lalu Anda dapat Voucher. Dengan Voucher Anda bisa beli barang di Fingo. Jadi sebetulnya, sama saja dengan Anda beli barang. Mau pakai istilah biaya lisensi dan gift pack, tetap saja prinsipnya adalah anda Beli (pakai voucher) mereka jual. Jual beli tok dengan istilah diputar-putar.

Dan apa yang Anda dapatkan dengan 199 RM? Ada banyak pilihan. Semuanya adalah barang murahan. Mau tau buktinya? Ini beberapa perbandingan antara harga di Alibaba dan di Fingo.

Perbandingan Harga Produk Alibaba dan Fingo
Perbandingan harga Alibaba dan Fingo

Bila kita lihat harga diatas, bahkan kalau Fingo memberikan komisi 60% kepada seluruh lapisan affiliate marketernya, Fingo tetap untung besar. Harga jual 199 RM, lalu 60% (120 RM) untuk komisi. Sisanya sekitar 80 RM untuk Fingo. Masih lipat 2 dari harga aslinya di Alibaba.

Tapi itu Gift Pack, ya terima saja. Namanya juga hadiah? Ya kalau ikhlas silahkan saja. Tapi…kalau hadiah kenapa di bandrol dengan harga yang selangit? Kenapa tak di bandrol dengan harga yang wajar? Itu saja suatu pertanda kelicikan. Paling tidak kelicikannya adalah: Orang merasa mendapat hadiah yang senilai biaya pendaftaran padahal jauh dari itu.

Taktik licik yang jitu dari Fingo

Taktik Fingo dengan istilah e-commerce, biaya lisensi dan gift pack itu berhasil memperdaya banyak orang dan membuat Fingo bisa berkelit dari berbagai tuduhan.

  • Orang yang akhirnya tahu harga produk sebenarnya tak akan bisa complain karena itu ‘gift pack’ alias hadiah.
  • Orang tak bisa komplain walaupun pengirimannya sampai berbulan-bulan.
  • Fingo Tak bisa dikatakan melanggar peraturan tentang MLM (tak boleh ada biaya pendaftaran) karena mereka mengaku affliate marketing. Padahal sama sama persis dengan MLM.
  • Orang terima barang lalu mengetahui mutu barang rendah juga tak bisa complain karena itu ‘hadiah’.
  • Yang paling lucu: Orang yang dibodohi akan membantu Fingo untuk ikut membodohi orang lain karena adanya komisi dari perekrutan.

Kelicikan itu terbuka dengan data

Apapun kelicikan yang dilaukan Fingo, pada akhirnya data membuktikan bahwa Fingo adalah Affiliate Marketing abal-abal:

  • Nyaris tak ada affiliate yang memasarkan produk Fingo. Semuanya hanya cari affiliate baru. Ini sama saja dengan tukang bakso yang fokus cari orang untuk jadi tukang bakso. Pembeli bakso sebenarnya tak ada.
  • Penghasilan member Fingo pun jelas hanya dari perekrutan, bukan dari jualan produk di Fingo.
Tak ada penghasilan member dari jualan produk. Semuanya dari hasil rekrut member baru.

Apapun dalihnya, skema seperti Fingo cepat jenuh

Skema bisnis dimana pedagang, agen, mitra, affiliate hanya mendapat uang dari perekrutan pedagan baru, agen baru, mitra baru, affiliate baru pasti cepat jenuh. Kenapa? Karena jumlah potensi marketnya terbatas. Dibatas dengan jumlah orang. Orangpun tak semua bisa menjadi member potensial. Ada yang karena terlalu kaya, terlalu miskin, terlalu pintar dan lain-lain.

Makin bertambah member baru, makin menuju pada kejenuhan. Makin susah member cari member baru. Andapun harus ikhlas pernah mengeluarkan uang dan mendapatkan produk murahan yang nilainya tak sebanding.

Baca juga:

Fingo e-commerce tipu-tipu

Fingo dihentikan satgas waspada investasi

Piechart membuktikan Fingo skema piramida

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

data-matched-content-ui-type="image_sidebyside"