Real Sultan yang Membuat Ibu-ibu Jadi Real Maling

Real Sultan adalah Maling, lebih jahat dari judi

Nahdhatul Ulama telah mengharamkan Real Sultan alias Auto Gajian. Dasar dari pengharaman adalah adanya unsur judi didalamnya. Itu terlalu sopan, sebetulnya.

Moneygama seperti real sultan sesungguhnya lebih jahat dari judi. Pada judi, orang ikut togel, main ceki dan lain-lain itu sudah tahu bahwa mereka mungkin menang dan mungkin kalah. Kalau kalah mereka juga ‘rela’. Moneygame beda lagi. Kebanyakan orang yang ikut tak tahu bahwa mereka mungkin akan kehilangan uang. Mereka dibohongi dengan istilah cara mudah lunas hutang.

Apakah akan ada yang kehilangan uang di Real Sultan?

Pasti ada. 100% adalah kepastian. Komunitas ini cuma bergantung pada adanya jumlah member baru. Jumlah member baru harus berlipat ganda. Saat sudah jenuh, jumlah member baru makin sedikit, bubar. Member yang masuk balakangan tak lagi mendapat untung. Jangankan melunasi hutang, mereka bisa-bisa malah jadi berhutang.

Apakah akan jenuh? 100% pasti juga. Kalau hitungannya dengan 150 ribu rupiah dapat 150 juta, maka secara matematika tingkat SD, 1 orang butuh 1000 orang. 1000 orang butuh sejuta orang. Sejuta orang butuh semilyar orang member baru. Semilyar orang butuh setrilyun member baru. Dari mana orangnya? Mau ekspansi antar galaksi?

Tak perlu hitungannya 150 juta. Anggap setiap orang dapat 15 juta saja, atau bahkan 1,5 juta saja, komunitas seperti ini pasti jenuh.

Dan yang rugi pasti jauh lebih banyak dari yang untung. Kalau setiap orang butuh 100 orang saja untuk dapat untung, maka seperti itulah juga perbandinganya. 1 untung, 100 rugi. Perbandingannya malah lebih buruk karena bandar juga harus mendapat bagian.

Apakah rotasi itu bikin tak jenuh?

Member-member dengan daya pikir terbatas bilang bahwa nanti member lama akan ikut lagi, menutupi kekurangan member baru. Dengan begitu komunitas ini tak akan jenuh.

Mungkin yang berpikir begitu, dulu matematikanya dapat 5. Atau mungkin pernah tak naik kelas karena tak lulus matematika. Mari kita hitung, wahai para anak SD.

Bila dianggap auto sultan dapat 15 juta saja. Tak usah banyak-banyak. Setiap orang member akan butuh 100 orang member baru. Urutan kebutuhan member baru adalah:

1 – 100 – 10.000 – 1000.000

Anggap setelah empat generasi itu jenuh. Biasanya tak perlu menunggu sejuta orang saja sudah jenuh. Sebab orang yang tak punya otak itu jauh lebih sedikit daripada yang punya.

Lalu, saat jenuh itu, member lama akan ikut lagi. Berapa jumlah member lama?

1+100+10.000 = 10.101

Cuma sepuluh ribu seratus satu orang. Bagaimana bisa menyokong ‘gajian’ sejuta orang? Edan. Mengembalikan uang 150 ribu dari member terakhir itu saja mereka tak akan mampu kecuali hasil malingnya dikembalikan semua.

Apakah yang rugi itu ikhlas?

Pasti tidak. Mereka tahunya Real Sultan akan membantu mereka di masa paceklik ini. Menutupi kebutuhan hidup sampai melunasi hutang.

Kesimpulan: Mengambil hak orang lain tanpa orang lain itu ikhlas, apakah namanya? Maling.

Dan yang menyedihkan itu, ibu-ibu berpakaian santun ala Muslimah dengan bergembira ria suka cita menjadi maling.

Ibu ibu yang bersuka cita menjadi maling

Baca juga: Auto Gajian, Maling Jaman Edan

Catatan: Auto Gajian, selain difatwakan haram oleh Nahdatlul Ulama, juga telah dinyatakan sebagai investasi bodong oleh OJK. Real Sultan adalah istilah yang sekarang mereka gembar-gemborkan sebagai pengganti Auto Gajian.

5 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

data-matched-content-ui-type="image_sidebyside"