Most Viral Project, Bisnis Artis Berskema Bejat

Sekilas bisnis most viral project

Bisnis ini mengaku sebagai bisnis PPOB: pembelian pulsa, paket data, pembayaran PDAM, Isi PLN dan lain-lain. Juga katanya ada bisnis lain dalam bidang entertainment.

Cara ikut bisnis Most Viral Project: Beli aplikasi. Ada beberapa pilihan dari yang seharga 1,4 juta (basic), 6 juta (intermidiate) dan 12 juta rupiah (pro).

Moneygame cara lama

Bisnis ini tak lebih dari skema piramida alias moneygame yang meniru moneygame lain yang sudah bubar: Duta Business School dan Paytren. Sama-sama bisnis PPOB sebagai penyamaran, sama-sama harus mengeluarkan uang untuk ikut bisnis (padahal bisnis lain bisa diikuti secara gratis seperti Bebas Bayar).

Menguntungkan hanya kalau berhasil merekrut member baru

Skema marketingnya jelas menitikberatkan pada keberhasilan rekrutmen. Bila member berhasil mengajak member lain, member akan dapatkan bonus sponsorship 300.000, kalau member baru membeli aplikasi basic. Kalau member beli aplikasi yang lebih mahal, tentu bonusn sponsorshipnya juga lebih besar.

Bonus Sponsorship Most Viral Project

Selain sponsorship, member juga akan mendaapt bonus pasangan dan bonus bonus lain yang berkaitan dengan rekrutmen.

Bonus pairing Most Viral Project

Tapi bukankah Most Viral Project itu memang ada bisnis? PPOB dan lain-lain? Itu cuma penyamaran saja. Silahkan tanya dari member lama Most Viral Project. Darimanakah penghasilan mereka yang utama? Pasti bukan dari bisnis PPOB, tapi dari rekrut member, dari mengajak orang jadi member.

Most Viral Project bisnis sesat yang cepat jenuh dan bubar

Bisnis seperti ini persis sama dengan bisnis moneygame lain seperti Duta Network Indonesia, Duta Business School dan Paytren.

Semuanya adalah bisnis yang mengandalkan adanya member baru supaya member lama dapat untung dan perusahaan bisa bertahan.

Saat member baru sudah jenuh dan sepi, tak ada lagi keuntungan. Perusahaan barupun bubar. Itulah yang terjadi pada DNI, DBS dan Paytren.

Apakah akan jenuh? Pasti. Itu logika matematika saja. Kita anggap saja setiap member harus mendapatkan 10 member baru supaya untung (untung yang tak seberapa).

Maka 1 member harus mendaapt 10 member. 10 member harus mendapat 100. 100 member harus mendapat 10.000. Lalu 1000.000, 10.000.000 member baru dibutuhkan.

Dan itu pada akhirnya mustahil. Begitu jumlah member mencapai beberapa ratus ribu saja bisnis seperti ini biasanya sudah jenuh. Member akan semakin sulit menjaring member baru. Itulah yang terjadi di Duta Business School dan Paytren.

Saat sudah jenuh, dipastikan akan jauh lebih banyak orang yang rugi daripada yang untung.

Bisnis Artis dengan skema bejat

Bejat karena dipastikan akan lebih banyak orang yang rugi

Mengapa bisnis ini bisnis bejat? Karena dalam bisnis ini pasti member yang rugi akan jauh lebih banyak dari yang untung. Yang untung biasanya hanya orang yang sejak awal bergabung, termasuk pendirinya, Kevin Aprilio.

Sebagai pelajaran, bisa dilihat pada bisnis bejat yang lain seperti Duta Business School dan Paytren. Baca disini: Kasus DBS, Kasus Paytren. Semuanya jenuh dan meninggalkan banyak orang yang rugi.

Apakah Kevin Aprilio tau bahwa akan ada banyak yang rugi? Bodoh saja kalau tidak tau. Coba saja tanyakan pada Kevin: Mas, kalau sudah jenuh dan member baru tak bisa mendapat member baru, apakah uang yang sudah disetor bisa dikembalikan? Pasti tidak. Uangnya sudah dipakai sebagai bonus member lama dan untuk membeli Ferari Kevin Aprilio juga untuk…membayar hutang Kevin Aprilio.

Bejat karena melanggan UU perdagangan.

Bisnis ini melanggar UU Perdagangan No. 7 tahun 2014 pasal 9: Pelaku Usaha Distribusi dilarang menerapkan sistem skema piramida dalam mendistribusikan Barang.

Penjelasan tentang pasal 9:

Yang dimaksud dengan “skema piramida” adalah isitilah/nama kegiatan
usaha yang bukan dari hasil kegiatan penjualan Barang. Kegiatan usaha itu memanfaatkan peluang keikutsertaan mitra usaha untuk memperoleh imbalan atau pendapatan terutama dari biaya partisipasi orang lain yang bergabung kemudian atau setelah bergabungnya mitra usaha tersebut.

Tidak berizin Bank Indonesia.

Most Viral Project itu bisnis PPOB (walaupun hanya penyamaran). PPOB itu jelas adalah sistem pembayaran elektronik. Sistem pembayaran elektronik harus mendapatkan izin dari Bank Indonesia. Lihat referensi tentang uang elektronik dari Bank Indonesia. Most Viral Project dipastikan tak mempunyai izin tersebut. Mudah-mudahan Satgas Waspada Investasi cepat tanggap memasukkan Most Viral Project sebagai bisnis ilegal.

Legalitas Most Viral Project

Dari berbagai pengakuan antek-antek Most Viral Project, Most Viral Project katanya sudah mendapat SIUPL dan anggota AP2LI.

Herannya SIUPL-nya tak pernah ditampilkan. Kalaupun ada, dipastikan SIUPL-nya bukan untuk jualan aplikasi/penyewaan aplikasi PPOB. Mungkin untuk produk lain. Kemungkinan besar Most Viral Project hanya mempunya SIUP.

Lalu tentang keanggotaan AP2LI, tidak usah dilihat sebetulnya. Asosiasi itu cuma asosiasi dari pemain moneygame Febrian Agung (pendiri duta business school dan Eco Racing).

Siapa sebetulnya Kevin Aprilio?

Artis yang lumayan terkenal di kalangan ABG. Orang tuanya pun artis terkenal. Kevin Aprilio pernah terjerat hutang sampai 17 Milyar karena bisnis forex trading.

Karena terjerat hutang inilah dia akhirnya terjerumus mendirikan bisnis bejat moneygame seperti Most Viral Project. Berupaya memperoleh uang dengan cepat tanpa memperdulikan bagaimana nasib mayoritas member pada akhirnya nanti. Yang penting member sudah setor uang untuk dia membayar hutang.

Sayang sekali sebetulnya. Tutur bahasanya santun, tapi mendirikan bisnis bejat yang akan mengorbankan banyak orang.

Kevin Aprilio, Artis yang terjerat hutang lalu membuat moneygame Most Viral Project.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

data-matched-content-ui-type="image_sidebyside"