Piechart yang Menguak Rahasia Fingo

Fingo mengaku sebagai e-commerce yang menyediakan program affiliate Marketing. Benarkah itu Affiliate Marketing? Atau tipu-tipu dari negeri China? Pie chart (bagan pie) dari para member Fingo di Malaysia membuka rahasia yang seharusnya tak diketahui umum.

Apa itu affiliate marketing?

Apa itu affiliate marketing? Pemasaran yang berafiliasi ke perusahaan lain. Mudahnya, memasarkan produk perusahaan lain untuk dapat komisi.

Banyak sekali e-commerce mempunyai program Affiliate Marketing. Bukalapak, Lazada, Tokopedia, Blibli adalah contohnya.

Bagaimana ikut Affiliate Marketing? Gampang. Tinggal daftar, pilih produk yang ingin Anda pasarkan, lalu dapatkan link afiliasinya. Bila Anda sudah mendapatkan link Affiliasi, Anda bisa sebarkan link tersebut di media manapun yang Anda suka.

Bagaimana Anda mendapatkan komisi?

Kalau orang mengklik link yang yang Anda sebarkan, lalu orang itu beli (baik langsung ataupun beberapa hari kemudian), Anda akan mendapat komisi. Besarnya komisi tergantung produk dan e-commerce dimana Anda berafiliasi. Ada yang cuma dapat 2%, ada juga yang sampai 10%.

Dimana biasanya orang menyebar link afiliasi?

Umumnya di website atau blog yang mereka miliki. Mereka membuat website yang berguna buat orang lain. Misalnya website yang mengulas produk, website yang membandingkan produk, atau website yang membandingkan harga produk di beberapa e-commerce.

Bagaiamana dengan di media sosial? Facebook, Twintter, Instagram bisa dijadikan media untuk mempromosikan produk yang ingin Anda pasarkan.

Mudahkah mencari uang dengan Affiliate marketing?

Tidak semudah yang kebanyakn orang pikirkan.

Bila jalur penyebaran link yang Anda pilih adalah website Anda, Anda perlu kurang lebih 3000 pengunjung yang melihat iklan Anda. Itu dari data statistik tentang efektifitas affiliate marketing di sini.

Mudahkan membuat 3000 kunjungan setiap hari? Tidak juga. Ada ilmunya. Anda harus punya konten yang menarik, Anda juga harus paham search engine optimization. Belum lagi Anda juga harus mampu membuat website.

Bagaimana dengan jalur penyebaran lewat media sosial? Media sosial sebetulnya tidak dibuat untuk affiliate marketing. Facebook akan membatasi orang yang melihat postingan Anda kalau itu cuma link keluar facebook. Facebook juga sebetulnya membatasi penggunaan akun pribadi untuk bisnis. Twitter mempunyai keterbatasn jumlah teks. Juga, di twitter, tweet Anda lebih sedikit kemungkinan terbaca oleh orang lain, tenggelam di antara ribuan tweet yang lain. Instagram malah tidak memungkinkan Anda menaruh link ke website lain. Paling tidak bila Anda hanya punya beberapa ribu follower.

Apakah progam di Fingo adalah Affiliate Marketing? Bukan.

Apakah program di Fingo adalah Affiliate Marketing yang memasarkan produk Fingo? Bukan.

Bila Fingo adalah Affiliate marketing, harusnya:

  • Ada banyak affiliate-nya memasarkan produk Fingo. Faktanya: Hampir tak ada affilaite Fingo yang memasarkan produk Fingo. Hampir semua postingan para member di media sosial bukan memasarkan produk Fingo, tapi mencari affiliate marketing baru. Bisa di check di semua akun medsos Fingo di Malaysia.
  • Diskusi sesama membernya seharusnya adalah bagaimana memasarkan produk Fingo secara online dengan efektif. Faktanya? Hampir semua yang dibahas adalah bagaimana menjaring Affiliate Marketing Baru.
  • Penghasilan utama dari para affiliate-nya seharusnya dari komisi penjualan produk Fingo. Faktanya, Hampir semua (bahkan banyak yang semua) penghasilan dari para member Fingo bukan berasan dari komisi penjualan produk. Baca selanjutnya.

Piechart itu membuktikan bahwa Fingo cuma cari member baru

Sebagaimana disebut di atas, bila Fingo adalah Affiliate marketing, penghasilan utama para member seharusnya dari komisi penjualan produk. Di Fingo ada 2 bagian komisi:

Casback, dari hasil penjualan produk

  • ‘Cashback’ adalah komisi dari keberhasilan pribadi memasarkan produk
  • ‘Preferred shopper cashback’, ini cashback dari level AM bila preferred shopper di bawahnya membeli barang dari fingo.
  • ‘Team Cashback’: komisi dari keberhasilan (downline) memasarkan produk,

Komisi referal dan turunannya

  • Referral fee: Penghasilan karena berhasil membuat orang mendaftar sebagai preferred shopper
  • team training incentive
  • training incentive
  • affiliate training incetive
  • referrral fee training incentive

Apakah pendapatan member Fingo dari Cashback? Atau dari komisi perekrutan?

Biasanya, informasi seperti itu sulit didapatkan di skema piramida lain. Tapi Fingo memang beda. Banyak dari mereka memamerkan pendapatannya, lengkap dengan sumber pendapatannya. Dan jelas, nyata, faktual bahwa pendapatan mereka hampir 100% (sering malah 100%) hanya bersumber dari komisi perekrutan member baru.

Kedua tampilan ini diambil dari Fingo Malaysia. Kalau dari Indonesia, member Fingo akan beralasan itu karena market placenya belum buka. Ini di Malaysia, sudah ada market placenya.

Ini beberapa contohnya:

Tak ada cashback hasil penjualan produk (tak ada biru telur asin, kuning dan pink). Semua pendapatan member bersumer dari komisi terkait perekrutan member baru.
sumber: babab.net (8 juli 2020)
Tak ada komisi dari penjualan produk. Sumber (8 juli 2020)

Contoh piechart seperti itu banyak bertebaran di Google. Di grup-grup telegram Fingo juga banyak ditampilkan. Sebuah kelucuan sebetulnya. Sebab itu justru membuktikan bahwa Yang mereka ikuti bukanlah affiliate marketing produk. Itu moneygame alias skema piramida, dimana penghasilan utama para member bersumber dari biaya pendaftaran.

Affiliate marketer kerjanya cari affiliate marketer. Tak jual produk. Tak ada ‘memarketkan’ sesuatu. Itu bukan affiliate marketing namanya. Itu affiliate moneygame.

Note: Gambaran tentang pendapatan itu mungkin tidak akurat 100%, tetapi cukup menggambarkan bahwa mayoritas pendapatan member (paling tidak yang pie-chartnya tersebar di internet) utamanya dari biaya pendaftaran member baru.

Tak percaya? Minta orang yang mengajak Anda untuk video call dan menampilkan pie chart fingo-nya.

Mau ikut Fingo? Siap-siap ini

Bila Anda ikut program affiliate marketing Fingo, lebih tepatnya jadi member fingo dengan membayar sekitar 700.000 rupiah, Anda harus mencari paling tidak 20 member baru yang juga mau setor uang ke Fingo.

Lalu 20 orang ini harus mencari lagi 20 orang, begitu seterusnya. Ini gambaran sederhana. Skema ini disebut skema piramida. Orang mumunya menamakan skemap piramida.

Skema piramida akan cepat jenuh karena makin banyak orang bergabung, makin susah cari orang baru yang mau cari member baru.

Jenuhnyanya Fingo bisa dilihat, salah satu caranya, adalah dari kepopulerannya di google search engine. Ini tampilan perbandingan pencarian kata kunci Fingo dan Lelong. Yang satu cepat naik dan cepat ambruk, yang satunya lebih stabil. Biru adalah lelong, merah adalah Fingo.

Tak usah dibandingkan dengan Shopee atau Lazada. Akan terasa sangat menyedihkan.

Trend Google Lelong vs. Fingo. Yang satu marketplace asli, relatif stabil, Satunya marketplace abal-abal, cepat jenuh karena skema piramida.

Di Indonesia pun grafiknya akan sama. Menanjak cepat, terpuruk dengan singkat. Silahkan check di Google Trend. Sudah mulai menurun. Kemungkinan di Indonesia akan lebih cepat terpuruk karena adanya pengumuman dari Satgas Waspada Investasi dan OJK bahwa Fingo adalah bisnis ilegal di Indonesia.

Baca disnis: Fingo Indonesia dihentikan OJK – Satgas WI

Jadi Fingo itu sebetulnya apa? Layak diikuti?

Fingo itu sebetulnya hanya akal-akalan penipu dari negri China untuk memasarkan produk mereka. Anda setor uang 700 ribu rupiah. Anda akan mendapatkan paket produk yang murah, lalu 400 ribuan uang Anda digunakan untuk membayar para upline Anda (PS keatas yang mengajak Anda).

Baca juga: Fingo, tipu-tipu berkedok e-commerce

Fingo menyebut produk yang Anda terima adalah Gift Pack. Bukan pembelian barang. Tapi apapun sebutannya, Anda setor uang, mereka memberikan barang. Apapun sebetulnya, ada pertukaran uang dan barang.

Dengan Affiliate Marketing palsu mereka membodohi Anda untuk ‘membeli’ produk murahan seharga 700 ribu rupiah, lalu meminta bantuan Anda untuk juga membodohi orang lain supaya Anda dapat komisi. Begitulah cerita sebenarnya.

Dan ingat, makin hari, akan makin susah anda mendapatkan orang yang bisa dibodohi dan orang yang belum tahu bahwa Fingo sudah dibalcklist Satgas Waspada Investasi.

Saat jenuh, para penipu dari negri China dan antek-anteknya itu tak perduli. Mereka sudah berhasil ‘menjual’ produk mereka milyaran rupiah. Tinggallah Anda menghadapi cemoohan karena menawarkan bisnis abal-abal.

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

data-matched-content-ui-type="image_sidebyside"