Belilapak Menjelang Bubar. Bagaimana Fingo?

Belilapak.id menjanjikan akan memberi keuntungan (istilah mereka cashback) kepada setiap orang yang menyewa lapak di belilapak.id.

Para petinggi di Belilapak mengatakan bahwa cashback pelapak bersumber dari sektor bisnis lain PT Catur Kertaraharja. Itu adalah kebohongan. Cashack itu sesungguhnya adalah uang member sendiri dan member yang masuk belakangan.Dari awal Bahasbisnis.com sudah meyatakan bahwa mereka adalah penipuan dan akan cepat bubar.

Silahkan baca disini:
Ikut bisnis belilapak? siap-siap duit lenyap.

Dan sekarang belilapak.id sudah tak mampu lagi membayar cashback. Apa sesungguhnya yang terjadi?

Mengapa belilapak.id tak mampu membayar Cashback?

Dalam pernyataan langsung dari petinggi belilapak.id, mereka mengatakan bahwa itu karena adanya penundaan pembayaran dari pihak ketiga kepada belilapak.

Itu bohong juga. Semua cashback macet bukan karena penundaan pembayaran pihak ketiga. Cashback macet karena sudah sepi member baru yang bergabung. Sepinya member baru berarti pemasukan ke belilapak.id juga sepi. Maka member lama tak bisa lagi dapat cashback.

Ingat sekali lagi. Cashback bagi member itu berasal dari uang member sendiri dan member baru. Uang dari member sendiri tentu habis dalam waktu tak lama. Maka akhirnya mereka mengandalkan adanya member baru. Member baru tak ada, cashback pagi member lama pun tak akan ada.

Jadi, bukan karena penundaan pembayaran pihak ketiga. Murni karena tak ada lagi member baru yang bergabung.

Lapor polisi?

Harus. Kecuali kalau Anda ikhlas uang jutaan rupiah Anda menguap tak berbekas. Melaporkan pihak belilapak.id ke Polisi itu gampang. Tinggal kumpulkan bukti transfer, bukti janji-janji cashback dan orang-orang yang menjanjikan.

Belilapak.id itu termasuk penipuan skema ponzi yang sangat berani. Mereka menampilkan muka dengan terus terang. Nama perusahaannya pun jelas terpampang: PT Catur Kerja Raharja.

Maka untuk para korban yang rugi jutaan rupiah, silhakan langsung laporkan kepada pihak kepolisian.

Apakah belilapak.id akan normal kembali?

Tidak. Skema ponzi yang sudah telat bayar dipastikan tak bisa bangkit kembali. Kemungkinan mereka akan buat kebijakan baru. Itu hanya untuk mengulur-ngulur waktu.

Kenapa skema ponzi yang sudah telat bayar tak bisa bangkit lagi? Karena mereka perlu member baru dalam jumlah luar biasa banyak dalam waktu serentak. Itu mustahil bisa terjadi. Begitulah adanya ambruknya MMM, Dream for Freedom, Give for Dream, HIPO dan sederat penipuan skema ponzi lainnya.

Pelajaran dari belilapak.id

Belilapak.id membuktikan bahwa:

Adanya PT, alamat kantor sama sekali tak menjamin bukan penipuan

Kenggotaan dalam asosiasi (dalam konteks belilapak adalah iDeA) juga tak menjamin bukan penipuan

Antara Belilapak dengan Fingo

Ada kesamaan dan perbedaan antara Belilapak dan Fingo.

Beberapa persamaan Belilapak dan Fingo

Keduanya sama-sama ecommerce, sama-sama memperdaya orang untuk setor uang. Keduanya juga sama-sama mengandalkan perekrutan member berbayar agar member lama beroleh keuntungan.

Di belilapak, orang diperdaya dengan dijanjikan cashback kalau sewa lapak. Katanya cashback dari hasil usaha sektor usaha lain PT Catur Kerta Raharja. Janji dan kebohongan itu dilakukan supaya orang setor uang. Kenyataannya, orang dapat uang hanya kalau ada penyewa lapak baru.

Di Fingo, orang diperdaya dengan janji penghasilan sebagai affiliate marketing. Faktanya orang dapat dapat uang hanya kalau berhasil merekrut preferred shopper baru. Tak ada atau kecil sekali penghasilan dari affiliate marketing. Bisa dilihat dari berbagai promo (bahkan di kalangan member Fingo di Malayasia yang merketplace-nya sudah dibuka). Mayoritas mereka hanya fokus cari preferred shopper baru.

Perbedaan Belilapak dan Fingo

Membedakan belilapak dan Fingo itu seperti membedakan penipu amatir dengan profesional. Atau seperti penipu newbie dengan penipu berpengalaman.

Bodohnya Belilapak adalah memberikan janji penghasilan tanpa syarat. Setor uang, nanti dapat cashback. Kalau ada syarat rekrut orang lain, itu kalau member mau penghasilannya lebih banyak.

Beda dengan Fingo. Fingo memang mempromosikan penghasilan ratusan juta. Tapi itu ada syaratnya: Kalau member berhasil merekrut member baru. Jadi kalau member tak bisa merekrut, tak dapat uang, jangan marah.

Baca disini: Fingo, penipuan berkedok e-commerce

Bisa dibilang bahwa pemain ponzi di belilapak itu sangat amatir. Skema ponzinya sangat kentara, kebohongannya mudah dijadikan bukti hukum pelaporan dan…wajah-wajah dedengkotnya terpampang tanpa tedeng aling-aling. Tak akan heran kalau nanti mereka masuk bui. Dan saat dibui nanti, nasihat ini akan terngiang-ngiang di telinga mereka: Belajarlah sampai ke negeri China.

Apakah Fingo akan mengalami nasib yang sama?

Tidak. Bubarnya beli lapak itu seperti bubarnya First Travel atau Pandawa Mandiri Grup. Heboh walaupun skalanya beda. Bubarnya Fingo itu akan sama seperti bubarnya Duta Business School (besutan Febrian Agung) atau Duta Network Indonesia atau Paytren (yang sekarang dalam masa menjelang bubar atau MLM skema piramida yang lain. Senyap dan tak terasa.

Tapi keduanya sama saja dalam hal banyak orang yang merugi.

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

data-matched-content-ui-type="image_sidebyside"