Kenapa Fingo Skema Piramida?

Katanya, Fingo itu bisnis e-commerce yang punya sistem affiliate marketing. Apa sih affiliate marketing? Pemasaran yang berinduk pada pihak lain. Mudahnya, affiliate marketing adalah kegiatan memasarkan produk pihak lain.

Sekilas tentang Affiliate Marketing

Dalam dunia e-commerce, menjadi affiliate marketing berarti Anda membantu memasarkan produk suatu e-commerce. Bagaimana caranya?

Cara kerja affiliate marketing

Mau ikut affiliate marketing? Tinggal daftar. Hampir semua e-commerce menerima pendaftaran affiliate marketing. Toped, Bula lapak, Lazada, Zalora, Blili. Gratis. Setelah daftar, Anda akan diberi link berbagai produk. Link itu khusus untuk Anda. Ada kode-kodenya yang bisa menandakan bahwa itu link khusus untuk Anda.

Lalu Anda sebarkan link tersebut. Lewat media facebook, twitter atau lewat blog Anda. Kalau ada orang yang mengklik link tersebut lalu beli, Anda dapat uang. Bagaimana kalau orang itu tak langsung beli? Pikir-pikir dulu, baru nanti dia balik lagi, baru beli. Anda dapat uang? Tetap dapat. Setiap e-commerce pasti punya cara mencatat bahwa orang yang balik lagi itu adalah orang yang linknya dari Anda. Lewat IP address, lewat Cookies.

Ini contoh sebuah website yang menjadi affilate marketer sebuah market place.

Bila Anda klik tombol ke toko Anda akan dibawa ke tokopedia dengan URL yang super panjang. URL itu berisi kode-kode afiliasi. Begitulah caranya Affilate Marketing bekerja. Ada produk yang dipasarkan.

Mudahkah jadi affiliate marketer?

Mudahkah affiliate markeing? Mudah daftarnya. Untuk dapat uang, apalagi banyak, tidak segampang yang ada di kelapa member Fingo.

Sebagai gambaran, menurut sebuah study, affiliate marketer di Amazon secara rata-rata berhasil menjaring 3 pembeli dari 10.000 penayangan iklan. link disini.

Itu artinya, kalau Anda membuat blog, dari 10.000 orang yang melihat iklan afiliasi Anda, hanya 3 orang yang beli. Untungnya bervariasi tergantung dari produk yang Anda pasarkan. Katakan misalnya komisi 5%, Anda menjual 3 produk dengan total 3 juta rupiah, Maka Anda akan mendapat untung Rp. 150 ribu rupiah.

Susahkan menjaring 10.000 pengunjung? Susah kalau Anda tak paham bagaimana membuat iklan, copy writing, membuat artikel yang menarik dan paham SEO (Search Engine Optimization).

Bagaimana bila Anda punya pengikut yang banyak di Instagram atau Facebook? Tidak gampang juga. Anda bisa punya pengikut 100.000 di instagram. Tapi begitu Anda posting, hanya sekian persen yang mendapat notifikasi postingan Anda. Hal yang sama dengan facebook.

Tak ada yang mudah. Itulah hidup, kawan.

Bagaimana dengan Affiliate Marketing Fingo?

Affiliiate marketer lebih fokus cari affiliate marketer baru

Lucunya di Fingo, para affiliate marketernya lebih getol merekrut affiliate marketer baru daripada jualan produk.

Tapi kan itu di Indonesia karena market place-nya belum buka? Baiklah. Di Indonesia, tanpa bisnis yang nyata, Fingo tak lebih dari skema Ponzi.

Cari di Malaysia. Gampang menemukan member Fingo di Malaysia. Tanya saja dengan gaya Ipin Upin. Cik, cik, macam mane kau buat tuk memasarkan Fingo punye prodak? Blog keh?, FB keh?, IG keh? Berapa banyak cik peroleh komisi berniage prodak Fingo?

Saya pastikan akan sulit mencari member yang mendapat komisi jualan produk. Mayoritas atau mungkin malah semuanya cuma rekrut affiliate marketer baru. Bisa dicek berapa banyak member Fingo di Malaysia yang menyebarkan link produk Fingo.

Sangat sulit menemukannya. Yang mudah ditemukan itu member yang menyebarkan kode invitation untuk jadi member baru. Aneh?

Memang. Ini contohnya, dari kanal Youtube member Fingo yang lumayan banyak pengunjungnya. Komen menyebarkan kode invitation bertebaran dimana-mana. Silahkan cek https://www.youtube.com/watch?v=2MZCYmCuPsY . Cherry picky? Tidak juga. Anda bisa temukan di hampir semua halaman tentang Fingo.

Kenapa? Karena lebih mudah membodohi orang untuk jadi preferred shopper di Fingo daripada menjual produk di Fingo. Komisnya 25% sampai 75% dari uang yang disetor member preferred shopper baru.

Affiliate marketer kok fokusnya bukan jualan produk? Cuma cari affiliate marketer baru? Seperti dealer mobil yang kerjanya tak jual mobil, tapi cuma cari dealer mobil baru?

Baca juga: Fingo, tipu-tipu e-commerce

Skema piramida? Yes.

Bisnis apapun (MLM ataupun bukan) yang lebih fokus cari mitra usaha, agen, affiliate marketer daripada jualan produk adalah skema piramida.

Skema piramida itu dilarang di banyak negara. Kenapa? Pertama itu menipu orang dengan iming-iming penghasilan hanya supaya orang setor uang (entah beli produk atau beli lisensi).

Skema piramida juga bisnis yang tak fair. Mereka hanya bisa bertahan kalau ada perekrutan mitra baru yang harus lebih banyak dari waktu ke waktu. Lama-lama jenuh, mitra yang baru masuk yang sudah terlanjur setor uang gigit jari.

baca juga: Apa itu skema piramida

Tujuan Jack Yi membuat skema piramida

Tujuannya tentu uang. Sama seperti bandar skema piramida yang lain. Mereka mendapat uang dari pendaftaran. Uang itu kadang disebut sebagai pembelian lisensi (seperti Paytren) atau melalui penjualan barang dengan harga di mark-up habis-habisan. Asiknya, para pendaftar itu lalu membantu mereka menjaring korban baru untuk mendaftar dan menyetorkan uang.

Contoh skema piramida adalah Eco Racing, Paytren, Qnet. Itu yang populer di Indonesia. Di negara maju seperti Amerika Serikat, contohnya adalah Vemma dan Herbalife.

Begitulah adanya Fingo. Anda setor uang ke sebuah perusahaan di China, lalu Anda membantu mereka untuk mencari orang yang juga mau setor uang ke mereka.

Kerugian ikut skema piramida

Bayangkan saja bila semua orang sudah jadi member berbayar Fingo. Itu member terakhir bagaimana cari member baru? Mau ke planet lain? Sementara jualan produk pun tak ada.

Dan tak perlu menunggu semua orang ikut Fingo untuk jadi jenuh. Karena tak semua orang juga berpotensi jadi member Fingo. Ada yang terlalu kaya, terlalu miskin, terlalu gaptek, tak perlu bisnis lain. Ditambah lagi, ada banyak yang paham bahwa skema piramida itu busuk.

Tapi Fingo itu dapat suntikan investor besar

Tak usah heran, kawan. Bahkan kalau investornya adalah investor bonafid (entah investor di Fingo itu bonafid atau tidak), itu tak merubah fakta bahwa Fingo adalah skema piramida.

Sebagai contoh, Herbalife itu sahamnya dijual di bursa saham Amerika. Ketimbang Fingo yang cuma punya 2 investor (kalau benar), Herbalife itu investornya ribuan. Sebelum masuk bursa tentu juga melewati serangkaian proses yang panjang. Tapi tetap, itu tak mengaburkan fakta bahwa Herbalife adalah skema piramida, yang akhirnya didenda puluhan juta dollar oleh Federal Trade Commission Amerika Serikat. Baca disini.

Membuktikan Fingo Skema Piramida

Sekali lagi, kawan. Gampang. Cari saja para member Fingo di Malaysia. Minta mereka tunjukkan bagaimana cara mereka memasarkan produk fingo. Ada berapa banyak yang memasarkan produk dibanding menjaring affiliate marketer baru. Berapa banyak penghasilannya? Kalau jumlahnya hanya sebagian kecil, itulah skema piramida. Cepat jenuh, dan member baru (PS ke atas) akan makin susah merekrut PS baru.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

data-matched-content-ui-type="image_sidebyside"