Ikut Skema Ponzi: Antara Untung dan Jadi Maling

Fenomena yang menarik. Tawaran cari uang mudah bermunculan dimana-mana. Mungkin karena krisis Corona. Orang kehilangan mata pencaharian, lalu banyak penipu yang cari kesempatan. Tinggal pilih. Mau yang modal recehan seperti Autogajian, Ghaniyu, Ta’awun, atau modah sedang seperti Vtube, Atau modal lumayan besar seperti EDC Cash, Hector Trade.

Fenomena menarik sekaligus mengerikan. Mengerikan karena cara cari uang di Autogajian, Ghaniyu, Ta’awun dan sederet lainnya cuma arisan berantai alias skema ponzi.

Untung rugi ikut Arisan Berantai

Siapa cepat dia dapat

Cara kerja autogajian, Taawun, Ghaniyu sederhana saja. Kalau setelah Anda bergabung masih banyak lagi orang bergabung, kemungkinan Anda akan dapat untung.

Keuntungan Anda dari mana? Tak lain dan tak bukan adalah uang dari orang yang bergabung setelah Anda.

Lihat cara kerja skema ponzi disini:

Telat bergabung, Anda buntung

Karena mengandalkan adanya pertambahan member baru, dan member baru jumlahnya harus berlipat ganda, arisan berantai akan cepat bubar.

Kenapa cepat bubar? Karena yang mau ikut terbatas. Hanya orang awam yang tak paham, atau orang jahat yang sengaja menjerat. Karena terbatas, lama-lama makin sedikit yang bergabung menjadi member baru. Kalau sudah sedikit, member lama tak bisa dapat untung.

Bila Anda bergabung, lalu setelah Anda bergabung cuma sedikit yang bergabung, Anda buntung.

Kalaupun untung, Anda menjadi maling

Arisan berantai, bahasa kerennya skema ponzi, aliran uangnya seperti judi. Zero sum game. Artinya, kerugian yang kalah dikurangi keuntungan yang menang sama dengan NOL. Kalau mau detil, Keuntungan yang menang ditambah komisi badar dikurangi kerugian yang kalah sama dengan NOL.

Dengan kata lain: Keuntungan yang menang ditambah komisi bandar = kerugian yang kalah.

Dengan kata lain, keuntungan yang menang itu duitnya dari yang kalah.

Bedanya di judi, orang yang kalah tak merasa ditipu. Di arisan berantai? Pasti merasa tertipu, kecuali yang bergabung itu memang pemain BO yang sudah paham berbagai kebohongan di bisnis online. Di Arisan berantai, yang rugi tak ikhlas. Lihat saja kasus di Pandawa, First Travel, Give4Dream.

Jadi kesimpulannya, uang yang menang adalah uang yang rugi yang tak ikhlas uangnya mengalir ke Anda. Sama saja dengan maling, bukan? Memiliki harta orang lain yang tak ikhlas.

Tapi mengapa banyak yang promo arisan berantai?

Itu karena mereka sudah terlanjur bergabung. Sudah terlanjur keluar uang, tak mau jadi korban. Saking tak mau rugi, ya tak apa-apa jadi maling. Sudah terlanjur.

Mereka bertahan pada pendapat bahwa Vtube, Fingo, HIPO, Hector trade adalah bisnis. Tak perduli bahwa secara akal sehat bisnisnya tak mungkin. Bahkan kalaupun sudah masuk black list OJK, mereka tak perduli.

Mereka bertahan bahwa Auto Gajian, Komunitas Ta’awun, Komunitas Ghaniyyu adalah komunitas saling tolong menolong.

Jelas akan lebih banyak yang rugi kok disebut saling tolong?

Juga kata mereka, orang yang masuk komunitas Ta’awun dan Ghaniyyu itu ikhlas setor uang. Ini cara bodoh menghina ajaran agamanya sendiri. Bagaimana bisa ikhlas kalau dari awal prmosinya adalah bebas hutang tanpa riba kalau ikut setor uang?

Yang Taat Agama pasti stop

Ada juga orang yang setelah setor uang lalu paham bahwa itu arisan berantai. Entah karena mengunjungi bahasbisnis.com atau bergabung di grup Masyarakat Anti Ponzi. Mereka lalu stop, tak mau jadi maling, tak mau ikut serta melanggengkan bisnis saling memaling.

Ini jenis orang yang tak rela menjadikan dirinya sebagai maling. Tak mau mengambil keuntungan di atas kerugian orang lain yang tak ikhlas. Orang seperti ini biasanya orang yang taat pada ajaran Agama. Mereka lebih baik rugi daripada ikut-ikut menjadi maling.

Yang mengenaskan di Indonesia adalah: Aktor utama dari skema maling banyak yang menggunakan agama sebagai kedoknya. Ada yang pura-pura jadi Ustadz, ada juga yang menggunakan berbagai jargon yang berkesan agamis. Lihat saja komunitas Ta’awun dan Ghaniyyu.

Baca juga: Kenali bisnis online penipuan supaya tak jadi korban

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

data-matched-content-ui-type="image_sidebyside"