Cara Mudah Mengenali Bisnis Sesat Skema Piramida

Skema piramida itu terlarang. Di Indonesia terlarang. Di negara-negara lain juga terlarang. Kenapa dilarang? Karena merugikan lebih banyak orang. Yang untung cuma segelintir, sementara dibawahnya yang jumlahnya berpuluh kali lipat, bahkan beribu kali lipat cuma mendapat zonk.

Tapi mendeteksi skema piramida itu gampang-gampang susah. Orang mendefinisikan dengan cara berbeda-beda. Juga, bisnis sesat itu sering memoles skemanya sedemikian rupa sehingga skema piramia tak kentara.

Lalu bagaimana mendeteksi apakah suatu bisnis itu skema piramida?

Ada satu cara yang gampang. Ini didasarkan pada ciri inti skema piramida: ketergantungan terhadap pertambahan mitra baru berlipat ganda untuk bisa bertahan hidup.

Ini cirinya:

Bila para mitra bisnis / member mendapat penghasilan utamanya kalau ada banyak mitra bisnis / member baru, itulah skema piramida.

Praktis, kan?

Jadi mau tanya apa?

Paytren? Jelas skema piramida. Mitra mendapat penghasilan kalau ada mitra baru yang bergabung. Sekarang tak ada atau sepi mitra baru, mitra lama pun gigit jari.

Duta Business School (bisnis sesat Febrian Agung masa lalu)? Juga sama. Mitra mendapat penghasilan hanya kalau ada mitra baru. Mitra baru sudah sepi, mitra lama gigit jari. Lalu bubar.

Dua bisnis di atas adalah bisnis yang sudah ambyar. Satu menjelang bubar, satunya sudah almarhum. Mari kita latihan mendeteksi bisnis lain yang masih hot, masih berjalan atau malah masih baru.

Eco Racing

Apakah member Eco Racing dapat penghasilan utamanya kalau ada banyak member baru?

Kalau Eco Racing jawabannya gampang. Mana ada orang yang mau pakai Eco Racing? Ada sih. Jenis orang yang tidak bisa membedakan motor bebek dengan kecoa. Ya masa kapur barus buat motor?

Produk Eco Racing maupun Eco Farming itu tak laku di masyarakat umum. Satu dibully di komunitas motor, satunya di bully di komitas petani. Bukan suatu yang tragis. Itu logis saja. Produk penuh klaim penipuan, murahan tapi di banderol seperti produk premium. Tak laku.

Jadi kalau produk tak laku, member dapat penghasilan dari mana? Ya utamanya dari rekrut member baru. Kalau ada banyak member baru, barulah member baru dapat penghasilan. Fix skema piramida.

MMBC Tour

Apakah mitra MMBC dapat penghasilan utamanya karena adanya pendaftaran mitra baru? Bukan dari jualan tiket?

Rada sulit menyimpulkan apakah mitra dapat penghasilan utama dari perekrutan atau dari penjualan jasa transportas/akomodasi.

Tapi dari besarnya penghasilan kalau dapat mitra baru (yang jutaan rupiah) dibanding komisi penjualan tiket yang cuma beberapa puluh ribu, logis kalau menyimpulkan mitra akan lebih fokus cari mitra baru.

Juga, jualan tiket online (bukan offline), mitra harus bersaing dengan penyedia jasa serupa yang sudah mengusasi dunia online seperti booking.com, tiket.com, traveloka dan sederit penyedia serupa. Paling mitra hanya bisa bergerak justru di dunia offline. Rekanan kerja, tetangga, family. Berapa banyak dari semua mereka yang bepergian setiap tahun?

Cari mitra baru? mitra tak berlu bersaing dengan penyedia jasa lain.

Jadi, bukannya tanpa dasar kalau saya menyimpulkan: MMBC dan semua turunannya adalah skema piramida, yang mitranya akan dapat penghasilan utamanya kalau ada mitra baru.

Lucunya, dalam ilustrasi di website klikmmbc.co.id (bisa dibaca disini: https://klikmbc.id/perhitungan-komisi-mmbc-tour-travel/ ), MMBC memang menggambarkan bahwa penghasilan utama mitra adalah dari perekrutan mitra baru.

Jadi, bahwkan MMBC sendiri mengatakan mereka adalah…skema piramida.

Fingo

Apakah member Fingo dapat penghasilan utamanya kalau ada banyak member baru?

Ya. Tanpa ada member baru, member lama dapat penghasilan darimana? komisi afiliasi jualan produk? Lha marketplace nya saja belum ada di Indonesia. Jadi, jelas skema piramida. Malah cederung ke skema ponzi yang cuma oper-oper uang member baru ke member lama.

Kalau sudah ada marketplace-nya? Sama. Tetap skema piramida. Ini berkaca dengan yang terjadi di Malaysia. Disana sudah ada market placenya. Tapi harga barang di market place umumnya lebih mahal dari market place yang lain. Jadi, apakah member akan dapat komisi besar dari komisi afiliasi jualan produk? Ya mana bisa. Produknya pasti tak laku karena cuma sedikit orang bodoh yang mau beli barang di Fingo. Jadi….tetap penghasilannya akan bertumpu pada adanya member baru, bukan dari komisi afiliasi jualan produk.

Itu di atas adalah latihan mengidentifikasi skema piramida. Ada bahasan lain? Silahkan di komen.

Bahan bacaan lain:

Apakah CAR 3i Network Skema Piramida?

Apa itu skema ponzi dan piramida

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

data-matched-content-ui-type="image_sidebyside"