Bos Eco Racing Go Berkah, Jamaah Tabligh Dapat Sampah

Jama’ah Tabligh ditawari bisnis Eco Racing, lalu tertipu 450 juta rupiah. Untuk jelasnya, baca artikel sebelumnya: Jamaah Tabligh tertipu Eco Racing. Yang menyedihkan adalah: Jamaah Tabligh itu jama’ah yang ditiru Febrian Agung. Kegiatan SLC Eco Racing itu sangat mirip dengan I’tikaf 3 hari Jama’ah Tablih. Ditiru untuk ditipu. Begitulah adanya.

Yang mendapat berkah dan mendapat sampah

Pada kasus jamaah Tabligh ini, transfer uang ditujukan ke rekening mitra Eco Racing, Ibnu Azis si penipu. Yang bertanggung jawab langsung secara hukum adalah Ibnu Azis. Tapi apakah PT BEST dan Febrian Agung bisa dianggap bersih dari keterlibatan? Tidak.

Kalau diurut penyebabnya, ceritanya seperti ini:

Para mitra Eco Racing membeli Eco Racing ke PT BEST dalam jumlah banyak. Tujuannya mendapat point reward. Nanti dikumpulkan bisa mendapat Pajero. Apakah ada yang akhirnya mendapat Pajero? Ada. Satu dua dari puluhan ribu.

Normalnya, produk yang dibeli para mitra itu dijual lagi ke masyarakat umum. Sayangnya, produk Eco Racing itu tidak laku di pasaran. Itu cuma kapur barus yang dikemas berbeda. Bahkan dengan harga diobral, produk itu tidak laku. Kalaupun laku, hanya sebatas orang mau coba-coba. Tak cocok untuk jumlah yang bernilai ratusan juta rupiah. Akhirnya, mereka harus menjual dengan cara penipuan.

Mereka mencari orang awam yang tak paham bisnis penipuan milenial. Memberi iming-iming manis penghasilan supaya orang membeli produk tak berguna. Dan mereka mendapatkan para anggota Jama’ah Tabligh sebagai sasaran empuk.

Jama’ah tabligh lalu membeli barang-barang mitra Eco Racing karena iming-iming penghasilan. Penghasilan tak didapat, Jama’ah Tablighpun bingung. Mereka mendapat segunung produk Eco Racing. Tak berguna dipakai, tak laku dijual. Persis seperti sampah.

Itulah yang terjadi sebenarnya. Tak lain dan tak bukan, bukan karangan, tapi fakta yang terang.

Dari urutan penyebab itu, jelas bahwa Jama’ah tabligh diperdaya oleh mitra Eco Racing. Mitra Eco Racing diperdaya oleh Febrian Agung. Siapa sumber penyebab penipuan ini? Febrian Agung.

Siapakah yang mendapat keuntungan paling besar dari rantai penipuan ini? Febrian Agung.

Urutan ceritanya berliku, tapi bila melihat ujung-ujung aliran uang dan barang kita bisa sederhanakan. Febrian Agung mendapat berkah, Jamaah Tabligh mendapat sampah.

Cerita produk tak berguna yang jadi media penipuan itu bukan cerita baru di MLM skema piramida. Tau Qnet? Persis. Barang tak berguna dijual dengan iming-iming jadi sukses dan kaya. Akhirnya orang tau bahwa itu produk tak berguna. Lalu muncullah komplotan yang menjual barang itu dengan berbagai cara. Mengumpulkan barang dari para mitra, lalu menjualnya dengan tipu daya.

Apa yang bisa dilakukan Jama’ah Tabligh?

Ada dua pilihan. Bisa dipilih salah satu atau keduanya.

Melaporkan Ibnu Azis

Dia adalah penipu langsungnya. Buktinya jelas, keterlibatannya jelas.

Tapi apakah bisa mendapat uang kembali? Jangan terlalu berharap. Ibnu Azis cuma ‘pengepul’ sampah dari para mitra Eco Racing yang lain. Uang Jama’ah sudah tersebar ke banyak mitra Eco Racing yang lain. Paling dia hanya dibui beberapa waktu.

Melaporkan PT BEST.

Apa pasalnya? Pasalnya mudah diingat. Pasal 8 UU No. 8 tahun 1999. Itu Undang-undang perlindungan konsumen. Pada pasal itu dinyatakan bahwa pelaku usaha (PT BEST) dilarang untuk memperdagangkan barang yang:

  • tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut (huruf e),
  • tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut (huruf f).

Dengan cara ini, Jamaah Tabligh harus memposisikan diri mereka sebagai konsumen dan PT BEST adalah pelaku usaha.

Pasal diatas sangat berpeluang untuk mempidanakan Febrian Agung. Kenapa? Karena mutu produk, janji-janji, keterangan yang terdapat dalam kemasan/label sangat mudah dibuktikan sebagai kebohongan.

Baca disini: Berbagai kebohongan Eco Racing. Tulisan tersebut membahas kebohongan dalam label Eco Racing yang sangat mudah dibuktikan sebagai kebohongan.

Dalam pasal itu, PT BEST adalah pelaku usaha. Ibnu Azis dalam UU tersebut diistilahkan sebagai pelaku usaha lain. Dalam konteks pasal tersebut, Ibnu Azis tidak bertanggung jawab karena dia tidak melakukan perubahan apapun terhadap produk Eco Racing. Semua kebohongan dalam kemasan adalah tanggung jawab PT BEST.

Kasus penipuan bisnis Eco Racing itu bukan cuma sekali. Kasus yang sama pernah terjadi menimpa pak Sul. Baca: Kasus Eco Racing pak Sul.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

data-matched-content-ui-type="image_sidebyside"