Fingo, tipu-tipu berkedok e-commerce

Update: Fingo dihentikan OJK dan Satgas WI

Tanggal 3 Juli 2020, Fingo Indonesia masuk dalam daftar entity yang bisnisnya dihentikan oleh OJK dan Satgas Waspada Investasi. Sebagai catatan, Satgas Waspada Investasi didalamnya ada Kementerian Perdagangan dan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang berkaitan langsung dengan perizinan Fingo kalau ingin beroperasi di Indonesia.

Baca disini, lengkap dengan sanggahan yang lucu dari pihak Fingo.
Fingo dihentikan OJK dan Satgas WI

Sekilas Fingo

Fingo itu e-commerce yang kasih keuntungan gila-gilaan. Asik. Jadi member dengan biaya 800 ribu rupiah (harga sekarang), Anda akan dapat berbagai keuntungan:

  • Dapat barang senilai biaya pendaftaran. Ada beberapa barang yang bisa dipilih.
  • Bisa jadi affiliate marketing. Sebarin link ke orang lain. Kalau orang tersebut belanja di Fingo, Anda akan dapat komisi 10%
  • Bisa cari ‘downline’. Setiap ajak orang, Anda bisa dapat keuntungan 25% – 75%, tergantung dari posisi.

Ini tentu market place impian semua orang. Bisa belanja murah (katanya langsung dari pabrik), bisa jadi affiliate marketing, bisa juga dapat bonus rekrut-rekrut. Sayangnya memang cuma dalam impian.

Pendiri Fingo

Fingo didirikan oleh orang dari China. Namanya Jack Yi alias Dong Fang. Katanya anak asuh Jack Ma, pendiri Alibaba. Percaya? Jangan. Coba saja googling ‘jack yi’. Tapi jangan sembarangan googling. Atur supaya google hanya memunculkan halaman sebelum adanya Fingo. Adanya hanya Jack Yi yang lain. Tak ada satupun Jack Yi di Alibaba. Hal yang sama juga dengan Dong Fang. Kesimpulan? Jack Yi itu orang tak jelas. Muncul bersamaan dengan Fingo. Mengaku anak asuh Jack Ma? Dengan bukti hanya foto bersama Jack Ma? Hanya anak kecil yang bisa dibohongi dengan cara seperti itu.

Jack Yi mengaku anak asuh Jack Ma
Percaya pendiri Fingo ini anak asuh Jack Ma? Hanya karena pernah foto dengan Jack Ma ?
Jangan seperti anak kecil yang mudah dibohongi.
Googling Jack Yi
Googling Jack Yi, atur hasil sebelum 4 Mei 2019, tak ada satupun Jack Yi pendiri Fingo yang muncul. Semuanya Jack Yi yang lain.

Fingo itu skema piramida

Skema piramida itu sistem perdagangan sesat. Banyak dipakai oleh perusahaan MLM (tidak semua MLM). Cirinya:

  • Membernya tidak dapat untung dari jualan produk / afiliasi,
  • Member cuma dapat untung kalau rekrut orang lain.
  • Member baru habis, skema pun bubar. Akan ada orang yang rugi jauh lebih banyak dari yang untung.

Member Fingo tak akan untung dari jualan produk

Keuntungan jualan di fingo (tapi belum buka)

Kenapa? Karena produk Fingo di mark-up. Mark-up nya juga lumayan besar. Silahkan bandingkan produk di Fingo dengan produk sejenis di Market Place lain. Di kedua market place tersebut, cari harga termurah. Ini beberapa contoh:

Perbandingan harga fingo dan shopee, headset bluetooth
Perbandingan harga Fingo dan Shopee
Mini drono LF606 di Shopee
Mini Drone LF606 di Shopee: 254.000
Mini drone LF-606 di Fingo
Mini drone LF606 di Fingo: Rp. 600.000

Mau perbandingan dari market place lain? Pilih saja. Contoh dibawah perbandingan harga Fingo dengan Baotao.

Perbandingan harga Fingo dan Baotao untuk item yang sama.
Perbandingan harga Fingo dan Taobao
(di ambil dari grup Ponzi Scheme Alert Malaysia)

Dengan harga yang selalu hampir berlipat ganda dari barang sejenis di market place lain, jangan harap akan banyak orang belanja di Fingo. Jangan harap Anda akan dapat untung sebagai dropshipper, sebagai mitra, sebagai affiliate marketer atau apapun namanya. Lalu dari mana member dapat untung?

Member hanya untung kalau rekrut member lain

Yang paling asik di Fingo itu komisi kalau bisa rekrut orang lain. Untuk level terendah saja (Preferred Shopper), Anda bisa dapat komisi 25% kalau bisa rekrut orang jadi Preferred Shopper juga.

penghasilan di Fingo dari perekrutan member baru

Kalau Anda bisa jadi level lebih tinggi seperti AM (Affiliate Marketer) atau AF (Affiliate Trainer).

Fingo pasti bubar dan memakan banyak korban

Skema seperti Fingo akan cepat jenuh. Apa artinya jenuh? Itu saat cari member baru sudah sulit. Kapan terjadinya? Saat hampir semua target potensial sudah terjaring jadi member.

Saat jenuh, orang yang sudah terlanjur jadi member tak bisa lagi mengeruk keuntungan. Untuk yang baru jadi member, ini sial. Mereka sudah keluar modal, tapi tak bisa memperoleh pendapatan. Merekalah korban-korban Fingo.

Mengapa skema piramida seperti Fingo akan jenuh? Karena Fingo hanya mengandalkan pertambahan member baru. Misalnya saja setiap member harus mendapat 10 member baru supaya untung (yang tak seberapa). Satu member butuh 10 member. 10 butuh 100, lalu 1000, 10.000, 100.000, sejuta, sepuluh juta, seratus juta, semilyar, lalu 10 milyar member baru. Darimana orangnya? Mau ke planet lain?

Bahkan tanpa perlu menunggu jumlah penduduk habis, Fingo akan jenuh jauh sebelum itu. Karena tak semua orang minat bisnis sesat semacam ini, tak semua orang tak paham sesatnya bisnis semacam ini.

Dan di skema piramida manapaun, korban akan selalu jauh lebih banyak daripada yang untung saat jenuh dan bubar.

Terlebih lagi, e-commerce itu bisnis yang jelas harus berizin. Bisa jadi izin itu tak akan pernah diterbitkan oleh pemerintah Indonesia. Maka Fingo pun bubar sebelum berkembang. Anda yang terlanjur keluar duit, dapat produk kemahalan (atau malah tak mendapat produk) tapi belum berhasil rekrut member baru, akhirnya gigit jari.

Fingo di Indonesia: Arisan berantai!

Ilustrasi diatas itu kalau dianggap Fingo sudah beroperasi seperti di Malaysia. Di Indonesia sebetulnya lebih parah. E-commerce-nya sendiri tak ada. Orang dapat uang dari Fingo murni dari rekrut member baru. Tak ada produk yang dijual, tak ada produk yang dibeli.

Daftar 800 ribu dapat produk: Omong kosong

Sekarang biaya pendaftaran naik menjadi 800 ribu rupiah. Tapi sejak zaman masih masih 700 ribu, banyak orang (atau mungki semua?) tidak mendapat produk yang dijanjikan. Lalu kemana uang pendaftaran itu? ke Bandar di di negeri tirai bambu dan ke orang-orang yang mengajak Anda.

Sebelum dan sesudah launching, Fingo tetap skema sesat

Bahkan bila nanti Fingo launching, Fingo tetap bisa disebut skema piramida. Itu seperti Eco Racing, seperti Paytren, seperti Qnet.

Orang diiming-imingi bisnis jualan produk (meski di Fingo dengan model affiliate marketing). Padahal tujuannya supaya orang beli produk seharga 199 RM atau sekitar 800 ribu rupiah.

Kalaupun nanti launching, tak ada atau sedikit sekali orang membeli produk murni sebagai pelanggan. Mesti karena terkait dengan pendaftaran.

Skema penjualan yang produknya lebih banyak dijual dalam rangka pendaftaran member, atau dijual hanya dikalangan mitra penjual, itulah skema piramida.

Tak ada perekrutan, tak ada penghasilan. Itulah skema piramida.

Dan skema piramida itu nantinya akan membuat lebih banyak orang yang rugi daripada yang untung. Seperti Paytren, seperti Eco Racing.

Anda ikut Fingo? Anda bisa rugi. Anda untung, berarti Anda membuat orang lain (entah downline anda yang keberapa) rugi.

Apakah Fingo skema terlarang?

Anggap Fingo sudah launcing, Fingo serta merta melanggar permendag No. 70 tahun 2019. Pasal 21 huruf f disebutkan bahwa perusahaan distribusi langsung dilarang untuk mengharuskan pembelian barang saat pendaftara.

Permendag 70 2019 itu peraturan untuk MLM. Apakah Fingo MLM? Dari cirinya ya. Orang bisa jual langsung ke orang lain, orang dapat komisi jualan, dan orang dapat komisi pula dari penjualan downline.

Tapi tentu, MLM Fingo adalah MLM sesat. Sebab jualan produk bukan tujuan utama, tapi rekrut member.

Tentang Affiliate Marketing

Fingo bisa dibilang sebagai skema piramida gaya baru. Member menjual dengan model affiliate marketing. Affiliate markeing ini juga ada di Amazon, Lazada dan mungkin di beberapa market place lain.

Bedanya, di Amazon dan Lazada para affiliate marketer dapat penghasilan murni dari jualan produk. Di Fingo, penghasilan member utamanya dari perekrutan (itupun kalau sudah launching). Bukan dari jualan murni (siapa juga mau beli produk lebih mahal).

Kesimpulan

Fingo itu skema sesat. Mereka menipu Anda, mengiming-iming penghasilan bisnis hanya supaya Anda beli sejumlah produk seharga 800 ribu rupiah. Itupun kalau e-commercenya sudah buka.

Untuk dapat penghasilan, Anda tidak bisa jualan produk. Tidak bisa menjadi dropshipper, affiliate marketer atau apapun namanya, sebab tak ada orang yang mau belanja produk dengan harga yang dilipat duakan.

Untuk dapat penghasilan Anda harus rekrut mitra baru. Bisnis yang fokus merekrut mitra baru itu akan cepat jenuh. Orang terakhir yang akan jadi korban. Jumlah korban akan jauh lebih banyak dari yang untung.

Di Indonesia, kemungkinan Fingo tak akan dapat izin. Jadi, kemungkinan akan bubar sebelum berdiri. Ini bisa dilihat dari pengunduran launching berkali-kali. Kemungkinan pemerintah sudah mengendus berita tentant bisnis sesat Fingo di negara lain seperti Malaysia. Jadi, hati-hati uang Anda.

Tanggapan yang menggelikan

Kurang lebih 2 minggu setelah artikel ini terbit, ada tanggapan dari entah apanya Fingo (mungkin orang yang sudah mendapat banyak ‘downline’ dan tak mau kehilangan periuk nasinya). Seperti biasa tanggapan para pemain skema piramida dan ponzi, tanggapannya penuh dengan pelabelan yang tak jauh dari ‘penulis tak paham’.

Tentang besaran komisi, ada perbedaan dengan yang ditulis disini dan komisi sebenarnya. Tidak esensial. Esensinya adalah ada komisi yang cukup besar dari perekrutan member baru.

Tentang perbandingan headset blootooth, jawabannya malah menguatkan Fingo adalah skema piramida

Tentang harga bluetooth headset yang lebih murah di shopee, katanya, itu hadiah dari pembelian lisensi. Bukan artinya harga produk. Jadi, 800 ribu rupiah itu bukan pembelian produk, tapi biaya pembelian lisensi.

Ini menunjukkan ciri skema piramida yang lebih nyata. Itu artinya, komisi yang diperoleh affiliate itu bersumber dari perekrutan, bukan dari penjualan produk. Inilah ciri skema piramida menurut permendag No. 70 th. 2019 tentang MLM (lihat huruf a dari pasal 30 permendag ini. “Komisi dan/atau bonus diperoleh dari iuran keanggotaan atau PEREKRUTAN PENJUAL LANGSUNG”

Biasanya video lucu akan dihapus saat terbukti semuanya adalah kebohongan. Bila link tak dapat dibukan, silahkan download videonya di link ini.

Itu juga berarti bahwa program Fingo menghasilkan bonus saat perusahaan tidak melakukan penjualan (huruf c pasal yang yang sama).

Pasal 30 Permendag No. 70 2019

Atau Finggo bukan MLM? Tetap saja melanggar. Yang dilanggar kalau dianggap bukan MLM adalah pasal 9 UU perdagangan No. 7 2014.

Pasal 9 UU Perdagangan No. 7 2014.
Penjelasan Pasal 9 UU Perdagangan No. 7 2019 tentang skema piramida

Jadi, orang yang ‘kelihatan pandai’ ini malah seperti mengumumkan bahwa Fingo adalah skema piramida.

Masih lebih bagus kalau dia tetap mengakui itu pembelian produk. Lebih mudah berkelit bahwa itu penjualan produk, bukan biaya pendaftaran. Walaupun ini melanggar pasal lain di permendag yang sama (tak boleh menghasukan beli paket produk saat pendaftaran).

Pembelian lisensi kemitraan itu tak lain dan tak bukan adalah biaya pendaftaran. Apapaun sebutannya: Pembelian lisensi, biaya jadi affiliate, intinya orang mengeluarkan uang tanpa ada transaksi jual beli produk. Itulah biaya pendaftaran.

Jadi, buat yang berharap Fingo akan beroperasi di Indonesia, mungkin sudah saatnya melupakan mimpi tersebut. Sudah diakui secara tak langsung sebagai skema piramida, mana bisa dapat izin?

Untuk melihat video yang lucu tersebut, silahkan di link youtube yang bersangkutan. Untuk menghemat waktu Anda, langsung saja ke sekitar menit 6.

Tentang perbandingan harga drone: Tanggapannya terbukti bohong

Yang paling mudah ketahuan bohongnya adalah saat orang itu mengatakan perbandingan harga drone dalam artikel ini tidak valid, karena yang dishopee hanya ‘pretelannya’. Kebohongan yang nyata. Silahkan buka link ini. Ini orang Tangerang yang jual. Itu bukan pretelan, tapi unit drone yang utuh: https://shopee.co.id/Drone-Kamera-Drone-Camera-LF606-FPV-Quadcopter-Foldable-HD-Altitude-Hold-Mini-Drone-2-i.179296817.5531788684

Tangkapan layar deskripsi produk, jelas unit drone mungil.

produk perbandingan fingo, deskripsi

Ini tangkapan layar dari review pembeli. Jelas menggambarkan itu adalah unit drone. Bukan pretelan, bukan komponen.

produk perbandingan fingo

Siapa pembohong ini?

Inilah orang yang menanggapi artikel bahasbisnis.com dengan cara yang menyedihkan dan berbohong.

Link video:

sang pembohong fingo

Tentang Jack Yi: Tetap tak ada bukti anak buah Jack Ma.

Tentang sanggahan bahwa Jack Yi itu bukan anak buah Jack Ma di Alibaba, orang itu merekam percakapan dengan orang Malaysia. Di minta link, orang Malaysia bilang itu sudah lama, 2013 sudah keluar dari Alibaba.

Tanggapan yang menyedihkan. Intinya: Tetap tak bisa membuktikan. Kalau benar dia pernah menjadi paling tidak karyawan di Alibaba, gampang saja. Cukup email ke Alibaba, minta pernyataan bahwa Jack Yi pernah kerja disitu, lalu sebarkan emailnya. Mudah. Perusahaan pasti akan memberikan informasi itu, karena itu bukan hal yang confidential.

Berbagai komentar keluhan

Setelah artikel ini viral di internet, mulai juga bermunculan keluhan dari orang yang sudah daftar. Sudah bayar, tapi bonus barang tak pernah datang. Lihat tangkapan layar dari komen ini. Anda juga bisa baca langsung di section komentar artikel ini.

kekecewaan yang masuk fingo
kekecewaan lain yang masuk fingo
299 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

data-matched-content-ui-type="image_sidebyside"