Menjerat Bos Give4dream dengan KUHP dan UU Perdagangan Berjangka

Erwin Noviantara itu bos Give4Dream. Dia masih bisa tertawa lepas, senang-senang, menikmati uang hasil penipuan. Sementara korban masih belum bergerak. Korban sepertinya masih menunggu untuk melaporkan Erwin Noviantara dan kawan-kawan. Mungkin korban masih melihat-lihat apakah AI Profit itu bisa mengembalikan dana mereka atau tidak. Korban masih berharap.

Kenapa Erwin Noviantara bisa disebut menipu?

Cryptocurrency abal-abal

Karena dia menciptakan cryptocurrency Wincash Coin yang abal-abal. Menurut Bappebti, yang namanya cryptocurrency itu adalah digital aset yang menggunakan kriptografi, jaringan peer-to-peer, dan buku besar yang terdistribusi, untuk mengatur penciptaan unit baru, memverifikasi transaksi, dan mengamankan transaksi tanpa campur tangan pihak lain

Dari definisi saja Erwin Noviantara itu sudah bisa dbilang berbohong untuk menipu. Adanya Buku besar terdistribusi, bahasa orang ‘sono’ nya disrtributed general ledger adalah ciri cryptocurrency. Di WCC tak ada blockchain, tak ada jaringan node, tak ada general ledger. WCC bukan cryptocurrency.

Iming-iming penghasilan

Ada banyak bukti bahwa Erwin Noviantara menjanjikan penghasilan dan kekayaan bagi orang yang mau bergabung. Faktanya sekarang banyak orang yang malah bangkrut. Ini jelas kebohongan yang terbukti dengan sangat jelas.

Dasar Undang-undang untuk memenjarakan Erwin Noviantara

Supaya bisa membuat Erwin Noviantara dipencara, tentu harus ada Undang-undangnya. Apa UU yang dilanggar Erwin?

Berdagang cryptocurrency diluar bursa berizin (Pasal 14 ayat 1 UU 32 97)

Ini kalau dianggap WCC adalah cryptocurrency.

D Indonesia, cryptocurrency itu dianggap aset berjangka. Undang-undang yang mengatur adalah UU No. 32 1997 dan perubahannya di UU No. 10 2011. Disitu diatur bahwa perdagangan kontrak berjangka hanya boleh dilakukan di bursa berjangka berizin. Untuk aset digital cryptocurrency, yang berizin adalah indodax.

Erwin Noviantara dan kawan-kawan jelas menjual belikan WCC diluar bursa berizin. Hukuman bui sampai 5 tahun dan denda 6,5 milyar.

Penipuan (pasal 378 KUHP) dan pasal lain

Membuat serangkaian kebohongan supaya orang setor uang itu disebut penipuan. Penipuannya seperti yang diuraikan diatas. Pasalnya adalah pasal 378.

Pasal tentang penggelapan juga bisa. Menggunakan uang orang tidak seusai perjanjian adalah penggelapan. Erwin Noviantara mengatakan uang orang itu untuk membeli WCC. Betulkah? Bohong.

Uang orang dipakai Erwin Noviantara untuk keuntungan diri sendiri dan sisanya untuk para anteknya dan member yang lebih dahulu bergabung. Sangat mudah untuk membuktikan hal ini nantinya. Tinggal penyidik lihat pembukuan (kalau ada). Kemana larinya uang nasabah?

Yang paling sedap adalah kalau Erwin Noviantara dikenakan pasal pencucian uang. Itu dulu dikenakan kepada Nuryanto, bos penipuan Pandawa Mandiri Grup. Mengalihkan dan menyamarkan udang hasil tindakan pidana adalah pencucian uang. Hukuamannya bisa 20 tahun dan denda 10 Milyar. Jleb biar kapok dan pelajaran bagi semua mafia skema ponzi.

Apa yang harus dilakukan Korban?

Gampang. Cukup laporkan pada pihak kepolisian. Makin banyak yang lapor, makin diperhatikan kepolisian. Masalah pasal-pasal nanti penegak hukum yang mencari. Tulisan diatas hanya ingin memberitahukan bahwa Anda, para korban sudah sangat pantas untuk mempidanakan Erwin Noviantara.

Dengan melapor bukan hanya Anda menuntut keadilan dan si penipu mendapat hukuman setimpal, Anda juga berbuat kebaikan: Mencegah ada lebih banyak orang tertipu dengan modus serupa di masa depan.

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

data-matched-content-ui-type="image_sidebyside"