Vtube, penipuan bisnis iklan lagi

Bisnis iklan lagi. Penipuan lagi. Sekarang muncul vtube. Katanya gratis, asal nonton video iklan, nanti dapat poin. Poinnya nanti bisa diuangkan. Benarkah?

OJK menghentikan bisnis Vtube (update 3 Juli 2020)

OJK bersama Satgas Waspada Investasi resmi bahwa Vtube adalah bisnis yang harus dihentikan.

OJK menghentikan bisnis Vtube
Lampiran Siaran Pers OJK 3 Juli 2020.

Dengan demikian, Vtube secara resmi adalah ilegal.

Pengumuman OJK akan mempercepat bubarnya Vtube

Dengan pengumuman ini, orang makin enggan bergabung dengan Vtube. Member baru akan semakin sepi. Maka tak ada yang akan membeli Viewpoint. Member lama yang sudah membeli bintang dan menonton berpuluh iklan akan mendapatkan zonk.

Ada juga kemungkinan aplikasi Vtube akan diblock oleh Kominfo. Itu biasanya terjadi pada bisnis yang telah dinyatakan ‘dihentikan’ oleh Satgas Waspada Investasi.

Bisnis iklan itu bukan gitu, bambang !

Sungguh negeri yang ajaib. Penipuan seperti ini muncul mati silih berganti. Ada braderhud, Klikshare, Memiles. Semuanya muncul untuk mati. Kebanyakan member akhirnya rugi. Tapi itu tak bikin kapok orang Indonesia untuk lagi-lagi ditipu. Karena apa? Karena tak paham tapi sok paham tentang bisnis iklan, khususnya iklan online.

Apakah mungkin orang klik iklan lalu dapat uang? Lihat iklan dapat uang? Nonton video iklan dapat uang? Tak mungkin. Cuma orang gila atau bodoh yang menganggap itu mungkin.

Bisnis iklan online itu seperti ini:

Misalnya si A, pasang iklan obat kuat di internet. Setiap iklan diklik dan di tonton orang, dia bayar vtube 1000 rupiah.

Apakah si A ingin iklannya diklik orang? tentu. TAPI: si A pasti tak mau iklannya di tontoh oleh ‘orang suruhan’. Kenapa? karena orang suruhan kemungkinan beli nya kecil.

Si A ingin iklannya diklik dan ditonton oleh calon pembeli potensial. Yang mengklik iklannya karena tertarik atau ingin tau. Orang seperti inilah yang kemungkinan beli nya besar.

Dalam periklanan itu ada istilah ‘konversi’. Misalnya, dari 100 kali tayangan, ada 5 orang yang beli. Berarti konversinya 5%.

si A ingin konversi iklannya sebesar mungkin. Supaya konversinya besar, iklannya tentu harus tampil di pemirsa tertarget. Jualan obat kuat, iklannya harus tampil di kalangan umur tertentu, di waktu tertentu. Juga kalau jualan baju, hp dan lain-lain.

Di periklanan online, pentargetan itu lebih mendalam lagi. Di Youtube, misalnya. Orang pasang iklan melaui Youtube. Youtube lalu mencari orang yang pas untuk menampilkan iklan. Misalnya iklannya adalah obat kuat. Maka Youtube akan menampilkan iklan tersebut kepada orang yang pas. Umur diatas sekian, pernah google ‘bagaimana mengatasi lemah syahwat’, atau pernah search di Youtube ‘cara tahan lama’. Orang-orang itulah yang akan ‘decekoki’ iklan obat kuat. Nanti orang itu klik iklan dan lebih mungkin beli ketimbang kalau iklan itu ditampilkan di kalangan sembarang.

Bisnis iklan di vtube

Bisnis iklan di vtube itu ngaco. Jelas menandakan bahwa ini bisnis iklan penipuan seperti Memiles. Orang nonton iklan lalu dibayar.

Kembali ke si A yang pasang iklan obat kuat. Dia pasang iklan di vtube. Vtube lalu menyuruh ribuan orang nonton iklan si A. Rugi besar si A. Iklannya diklik dan ditonton ribuan orang. Dia harus bayar setiap kali orang klik dan tonton tapi koversinya kecil atau malah tak ada. Tak ada yang beli. Kenapa akan sangat teramat kecil? Karena orang yang klik dan nonton bukan orang yang tertarik. Bukan calon pembeli. Bukan pembeli potensial. Tapi orang-orang yang disuruh klik dan nonton.

Contoh ekstrimnya, sama dengan orang pasang iklan mobil. Setiap kali orang klik dan tonton iklan, dia bayar. Tapi yang klik itu anak-anak kecil yang disuruh klik dan nonton. Ada jutaan kali anak-anak nonton. Yang pasang iklan harus bayar jutaan rupiah tapi tak ada yang beli.

Bodoh luar biasa kalau si A pasang iklan di vtube. Dan tak ada sebetulnya orang yang mau pasang iklan di vtube.

Jadi, begitulah, bambang. Begitulah bisnis periklanan online. Orang pasang iklan itu tak akan mau kalau iklannya di klik dan ditonton sembarangan orang.

Kalau orang disuruh klik, disuruh nonton iklan lalu dibayar, itu PASTI PENIPUAN. Contoh yang sudah ada dan terbukti penipuan adalah klikshare dan Memiles.

Lalu darimana vtube bayar member?

Dari duit Anda sendiri dan dari orang yang jadi member setelah Anda. Persis seperti Klikshare dan Memiles. Member yang masuk lebih duluan mendapat keuntungan dari member yang masuk belakangan. Yang masuk belakangan dapat keuntungand ari member yang lebih belakangan

Tapi kan vtube gratis?

Yang gratis itu harus nunggu 40 hari hanya untuk dapat 12 poin. Katanya 1 poin itu nilanya 1 dollar. Jadi selama 40 hari nanti, orang harus tonton 5 video iklan dapat 0,3 poin. 40 hari dapat 12 poin. Bisa dirupiahin? Mungkin bisa tapi belum ada bukti.

Saya yakin yang gratis itu cuma jebakan Batman. Seperti Klikshare dulu yang mulanya gratis. Nanti pasti ada tawaran orang beli paket supaya bisa nonton lebih banyak iklan dan dapat lebih banyak uang. Atau mungkin nanti ada tawaran orang supaya bayar untuk pasang iklan seperti Memiles.

Ini paket-paket yang lebih mahal untuk dapat uang, yang akan sangat sulit untuk didapatkan secara gratis.

Kenapa vtube itu penipuan?

Karena vtube mengaku bisnis periklanan yang sebetulnya bukan. Bukan begitu bisnis periklanan. Cuma orang bodoh yang bilang itu bisnis periklanan. Dan masih banyak orang bodoh, makanya banyak yang tertipu bisnis periklanan palsu seperti klikshare dan Memiles.

Berbohong supaya orang setor uang untuk keuntungan pribadi itulah namanya penipuan. Dan pendiri Vtube membohongi orang dengan mengatakan vtube bisnis periklanan. Padahal bukan. Itu cuma supaya orang setor uang dan mereka dapat keuntungan.

Tapi vtube gratis? Pada awalnya gratis. Tapi Anda akan diminta untuk setor uang begitu Anda ingin tarik uang. Anda diminta untuk membeli paket ‘bintang’.

Tapi vtube terbukti membayar? Vtube membayar membernya dari uang orang yang masuk belakangan yang ‘dipaksa’ membeli paket bintang. Mereka hanya sebagai perantara dan komisi puluhan persen. Bila tak ada member baru, member lamapun tak akan dapat untung. Malah buntung.

Apakah vtube akan bubar?

Pasti. Vtube bayar keuntungan member dari uang member baru. Member baru harus berlipat ganda. Saatnya nanti, jumlah member baru tak cukup untuk bayar keuntungan member lama. Saat itulah vtube bubar. Saat itu orang yang belakangan masuk yang rugi. Dan yang rugi akan jauh lebih banyak dari yang untung. Itulah selalu yang terjadi di skema ponzi alias arisan berantai seperti Vtube. Sama dengan klikshare dan Memiles.

Nanti mungkun ada yang bilang: Real kok saya dapat untung. Ya, selama ada member baru yang bayar, member lama akan dapat untung. Tapi itu tak akan berlansung lama.

Jadi, hati-hati. Saat susah begini, jangan bikin semakin susah.

Vtube sudah ada di Playstore

Vtube sekarang sudah ada di Playstore. So what? Apakah itu berarti vtube bukan penipuan? Sama sekali tak berarti begitu.

Aplikasi Memiles juga ada di Playstore dulunya. HIPO juga ada di playstore. Give4dream juga. Semua bisnis online ada di playstore. Itu bukan suatu yang istimewa. Google Playstore tidak melakukan screening apakah suatu aplikasi baru itu penipuan atau bukan.

Update: Karena sudah terdaftar sebagai bisnis yang dihentikan, ada kemungkinan aplikasi vtube juga akan diminta dikeluarkan dari playstore. Biasanya ini dilakukan oleh Kementerian komunikasi dan informatika. Sama seperti aplikasi Give4dream yang tiba-tiba lenyap dari playstore.

Skema ponzinya semakin kentara

Ini fakta yang jelas. Member dapat VP. VP itu bukan rupiah. Itu semacam token. VP harus dijual ke sesama member. Member yang mana yang akan beli VP Anda? Adalah member baru, yang ingin membeli paket bintang 1 ke atas. Itu makanya di setiap grup mereka, selalu dan selalu didorong supaya member membeli paket bintang satu atau lebih.

Bagaimana kalau tak ada member baru? Ya zonk. Siapa yang mau beli VP Anda?

Dari sini sudah jelas bahwa Vtube adalah skema ponzi. Member lama akan mendapat keuntungan bersih kalau ada member baru dalam jumlah yang lebih banyak. Akhirnya jenuh dan bubar. Member yang belakangan masuk, yang sudah terlanjur beli bintang ratusan ribu bahkan jutaan rupiah akan gigit jari.

Menonton iklan dibayar itu cuma supaya berkesan ada kerjaan yang menjadi dasar mendapat penghasilan. Sekali lagi, tak ada di dunia ini orang nonton iklan dibayar. Yang sebenarnya hanyalah oper-oper uang dari member baru ke member lama

Website resmi sudah diblokir Kominfo

Apakah website resmi dari vtube? Lihat di link ‘polici’ atau ‘kebijakan’ pada play store, akan muncul alaman situs ‘fvtech.id’.

Klik saja pivacy/policy, yang muncul adalah peringatan dari kominfo.

Tampilan vtube sekarang (setelah diblokir.
fvtech.id sudah diblokir Kominfo

Tampilan website sebelum di ban (April 2020)

Tampilan website resmi vtube sebelum diblokir
Tampilan sebelum diblockir Kominfo

Update, saat ini vtube tak lagi diblokir Kominfo. Apakah bahasbisnis.com memberi berita palsu? Tak pernah ada hoax di bahas bisnis. Faktanya memang Vtube pernah diblokir.

Ini cuplikan komentar member vtube yang membuktikan memang pernah diblokir (bisa juga langsung dibaca di kolom komentar).

Apakah dengan dibukanya blokir berarti vtube bukan skema ponzi? Tetap saja penipuan skema ponzi. Pemblokiran hanya memperkuat fakta. Tak diblokir bukan berarti bukan skema ponzi. Give4dream, HIPO juga tidak diblokir. Terbukti akhirnya penipuan skema ponzi dan banyak orang rugi.

762 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

data-matched-content-ui-type="image_sidebyside"