Bedanya MLM yang benar dan MLM moneygame Eco Racing

Yang membela Eco Racing silahkan baca ini. Yang belum paham beda MLM yang benar dengan MLM Eco Racing juga silahkan baca.

MLM atau Multi Level Markeing itu sah-sah saja. Hampir semua negara membolehkan MLM kecuali Saudi Arabia.

Bila diterapkan dengan benar, MLM bisa menguntungkan kedua pihak: Perusahaan dan mitra usaha. Perusahaan bisa membangun jaringan pemasaran tanpa menggaji. Mitra usaha bisa mendapatkan usaha dengan mudah, nyaris tanpa modal.

Sayangnya MLM banyak disalahgunakan untuk praktek skema piramida alias moneygame. Qnet, Paytren, Eco Racing, Melia Sehat, Moment adalah beberapa contoh dari skema piramida.

Beda MLM yang benar dan MLM Eco Racing

Bedanya:

MLM yang benar murni mengajak Anda menjadi mitra, tanpa ada udang dibaling batu. Eco Racing mengajak anda menjadi mitra, tapi ada udang dibaling batu: Supaya Anda membeli produk Eco Racing dalam jumlah besar.

Udang dibaling batu itulah yang membuat Eco Racing, Qnet, Paytren menjadi MLM penipuan. Mereka memperdaya Anda, menjanjikan sukses, memamerkan mocash, supaya Anda membeli produk mereka.

MLM yang benar tidak memperdaya Anda. Mereka mengajak anda menjadi member tanpa keharusan membeli produk. Karena mereka yakin, produknya laku tanpa memperdaya orang dengan iming-iming kaya.

Mengapa Eco Racing melakukan tipu daya?

Karena itu cara yang mudah untuk Febrian Agung menjadi kaya. Dia tinggal mengambil suatu produk, menaikkan harga berlipat ganda, membujuk Anda dengan iming-iming jadi kaya. Hanya supaya Anda membeli produknya dalam jumlah besar.

Itu juga yang dilakukan oleh oleh para penipu MLM seperti Vijay Eswaran (Qnet) dan Yusuf Mansur (Paytren). Dan sebetulnya, itulah juga yang dilakukan Febrian Agung pada bisnis DBS nya. Jual produk dengan harga berlipat ganda. Tak akan laku di masyarakat umum. Lakunya hanya dengan memberdaya orang dengan iming-iming penghasilan.

Dampak bagi mitra

Mitra MLM yang cuma tipu daya seperti Eco Racing punya tantangan jauh lebih berat dari MLM yang benar. Mitra Eco Racing harus mencari member baru sebanyak-banyaknya supaya dapat penghasilan. Sementara Mitra MLM yang benar cukup jualan produk.

Apakah mitra Eco Racing tidak bisa jual produk ke masyarakat umum? Bisa saja. Tak ada yang larang. Sayangnya susah laku. Gampang membuktikan bahwa produk Eco Racing itu tak laku di masyarakat umum. Lihat harga yang di obral di Tokopedia dan Buka Lapak. Itu tanda produk tidak laku. Lihat juga berbagai posting mengenaskan member yang ingin jual semua produknya karena mau berhenti jadi member. Tak ada yang minat. Bahkan di kalangan mitra pun tak diminati.

Yang paling membuktikan produk tak laku adalah di komunitas otomotif. Produk Eco Racing malah dibully. Bukan karena sirik. Tapi karena mereka sangat tau. Sangat tau bahwa produk Eco Racing cuma kapur barus dikemas seperti permen.

Hal yang sama terjadi di Eco Farming. Produk ini ditolak mentah-mentah dikalangan petani. Kunjungi saja berbagai komitas pertanian.

Jadi, Mitra Eco Racing harus bin wajib merekrut mitra baru untuk dapat untung, karena tak bisa jual produk di masyarakat umum.

Dampak jangka panjang MLM seperti Eco Racing.

Dampaknya adalah bubar dalam waktu hanya beberapa tahun. Bubar karena jenuh. Jenuh karena pertambahan member harus berlipat ganda. Bayangkan kalau setiap member perlu 100 saja downline untuk dapat mocash. dari 1 orang, butuh 100, dari 100 butuh 10.000, lalu sejuta, lalu 100 juta. Mana bisa merekrut 100 juta orang? satu juta orang saja sudah susah.

Dan pada saat jenuh itu, jaringan terbawah yang jumlahnya ratusan ribu cuma dapat zonk. Yang dapat zonk ini jumlahnya 90% lebih. Sementara yang dapat mocash kunrang dari 1%.

Dan pada saat jenuh itu, Febrian Agung tertawa-tawa. Sementara ratusan ribu orang mendapat zonk, Dia sudah berhasil menjual ratusan ribu paket produk sampah ke para member korban tipu daya.

MLM yang benar tidak seperti itu. Mereka memang butuh mitra, tapi tak perlu bertambah berlipat ganda. Mitra bisa dapat untung dengan jual produk ke masyarakat umum. Mitra bisa dapat untung tanpa perlu adanya mitra baru. Bahkan bila mereka berhenti menggunakan sistem MLM, produk mereka akan tetap dicari orang.

Eco Racing? siapa yang mau beli kalau tidak dengan tipu daya merekrut mitra baru?

Beberapa tanya jawab supaya jangan sesat.

Tentang mitra yang harus beli produk: bukankah mitra harus merasakan manfaat produk terlebih dahulu?

Ya, tapi tentunya pembelian sekedarnya untuk pemakaian. Anda bisa membeli beberapa butir produk tanpa perlu menjadi member. Bukan wajib membeli dalam jumlah besar yang tak habis dipakai beberapa tahun. Lagipula, prinsip itu tak selalu benar. Bayangkan kalau Anda mitra MLM dari produk fashion dengan ratusan item. Apa Anda harus merasakan manfaat ratusan produk tersebut? Tidak perlu.

Yang diperlukan oleh seorang penjual adalah manfaat produk tersebut bagi orang lain, bagi calon pembeli potensial. Kebutuhan Anda bisa saja berbeda dengan kebutuhan calon pembeli potensial.

Bukan moneygame karena ada barang yang ditransaksikan?

Moneygame skema piramida justru selalu ada barang untuk kamuflase. Dalam hal Eco Racing, barang untuk kamuflase adalah eco racing nya. Ciri produk kamuflase: Barang tak laku di masyarakat umum. Hanya sebagai alat penyamaran cari uang dengan cara mencari member.

Tapi kalau mitra tidak membeli, bagaimana bisa menjual?

Ini dia. Kalau harus membeli lalu menjual, Anda tak perlu jadi mitra MLM. Justru kelebihan MLM adalah Anda bisa menjadi mitra tanpa perlu stok barang.

Kalau tipudaya, mengapa ada orang yang benar-benar dapat Mocash?

Di MLM moneygame manapun ada yang yang dapat reward besar. Di Qnet malah ada yang sampai punya rumah seperti istana. Tinggal dikaji lebih dalam: Berapa orang yang dapat mocash, berapa orang yang dapat zonk?

Jawabannya (kalau tak percaya silahkan tanya Febrian Agung), 99 % member Eco Racing hanya dapat zonk. Bila Anda mendapat mobil, maka dibawah anda ada ratusan orang yang mendapat zonk. Dari merekalah mobil Anda sesungguhnya. Patungan dengan penyamaran ‘beli paket eco racing’. Tega?

Tapi dalam bisnis kan biasa ada yang sukses dan ada yang gagal. Oh ya, itu biasa. Tapi mengatakan suatu bisnis sukses tanpa bilang bahwa sebagian besar mendapat zonk adalah penipuan.

Tapi Eco Racing sudah dapat SIUPL? Mana mungkin tipu daya?

Qnet yang jelas blas penipuan juga dapat SIUPL. Kementerian perdagangan Indonesia sudah dikuasai bandar-bandar moneygame seperti Eco Racing.

Tapi Eco Racing anggota AP2LI?

Qnet anggota APLI. Asosiasi yang diakui pemerintah. Dan terbukti penipuan. Apalagi anggota AP2LI yang dibuat sendiri oleh Eco Racing dan kawan-kawan.

Tapi Eco Racing sudah dapat sertifikat halal dari MUI Jabar?

DBS, moneygame Febrian agung yang sudah bubar juga dapat sertifikat halal dari MUI Jabar. Jangankan sertifikat tingkat provinsi, yang dapat sertifikat halal tingkat nasional saja terbukti penipuan. GTIS adalah perusahaan yang dapat sertifikat halal nasional, terbutki penipuan. Paytren juga. Terbukti bubar dan merugikan ratusan ribu orang.

Kalau melakukan tipudaya, kenapa tak dibekukan pemerintah?

Sekali lagi, pemerintahan kita, juga pada pemerintahan Jokowi, tak melindungi rakyat dari penipuan semacam ini.

Tapi produk Eco Racing itu bagus, bukan dari kapur barus.

Silahkan tanya langsung kepada Febrian Agung, apa formula Eco Racing. Minta jawaban lugas: Kapur barus atau bukan. Pasti jawabannya ngambang. Pasti jawabannya ‘rahasia’. Takut ditiru orang? Oh tidak. hanya mengatakan bahan utama tak bisa membuat produk ditiru orang. Perusahaan lain pun mencantumkan kandungan dalam produknya. Cara pengolahan, zat tambahan dan komposisi itu tetap dipegang sebagai rahasia dagang. Tapi kandungan utama tidak.

Baca juga:

Tertipu ikut Eco Racing

Produknya dibeli ratusan juga dengan cara penipuan, haruskan Eco Racing membatalkan dan mengembalikan uang korban?

Berbagai kebohongan Eco Racing:

Penipuan eco racing penaik oktan

Eco racing, produk dan peluang bisnis menyimpang

Jejak digital bisnis moneygame Febrian Agung

Febrian agung berbohong sebagai penenu formula eco racing

Kebohongan Eco Racing tentang Petrolab dan lemigas

Tentang skema piramida dan moneygame

18 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

data-matched-content-ui-type="image_sidebyside"