Waspada: Yusuf Mansur bikin moneygame baru

Masih ingat Paytren? Sekarang sudah meredup. Sebentar lagi akan lenyap. Semua MLM skema piramida seperti itu. Dan seperti ketagihan Yusuf Mansur kini bikin moneygame baru. Namanya Treninet.

Kebohongan Yusuf mansur di Paytren

Ini salah satu video yang fenomenal. Ada banyak video semacam ini dengan nada yang sama.

Point penting: Yusuf Mansur berkata:

  • Kata siapa nyari duit susah. Nyarinya di Paytren. Gampang banget.
  • Kata siapa nyari kerja susah. ada pekerjaan yang gampang banget dicarinya. bahkan bisa jadi usaha. Namanya paytren.
  • Siapa bilang bangun rumah, susah, siapa bilang beli mobil susah? kagak. Udeh pake paytren.
  • Kata siapa pergi haji pergi umroh susah? belum kenal Paytren dia.

Buat Yusuf Mansur, kebohongan itu masih taraf normal. Ada banyak kebohongan yang parah. Akan membeli Barcelona, menyatukan Barcelona dan Real Mardidi, membeli semua gedung di jalan Gajah Mada. Membeli BCA, membeli BII, sampai membeli Singapura.

Matematika yang membuktikan Yusuf Bohong

Membuktikan bohongnya Yusuf Mansur itu mudah. Tak perlu ngehack server Paytren. Cukup perhitungan Matematika saja. Cukup pakai Excel.

Tabel berikut dengan asumsi mitra Paytren sudah 1 juta orang. Dianggap kondisi ideal dimana setiap member mandapakan maksimal 2 downline. Satu dikiri, satu dikanan. Juga dianggap jaringan membentuk jaringan binary sempurna. Reward Paytren dalam salah satu promosiny, jaringan dibawah ada 200, dapat handphone, 500 dapat tour, 3000 dapat motor, 6000 dapat umroh, 30.000 dapat Honda Brio, 100.000 dapat Pajero.

Bila total member Paytren 1 juta, 8980.000 diantaranya mendapat zonk.

Perhitungan itu akan menunjukkan bahwa

  • Hampir 90% mitra paytren hanya mendapat zonk. Mereka hanya mempunya satu dua mitra di bawahnya. Kebanyakan malah tidak ada mitra dibawahnya sama sekali. Modal untuk membeli aplikasi Paytren menguap sia-sia. Dan modal yang dikeluarkan bisa sampai jutaan rupiah.
  • Hanya 9% lebih sedikit mitra yang untung sekedarnya, sekedar balik modal, bukan untung yang bisa menghidupi keluarga dan bisa disebut ‘usaha’.
  • Hanya 0,5% member Paytren yang mendapat reward yang signifikan. Paling banyak cuma reward jalan-jalan.

Perhitungan di atas dengan asumsi bagus. prosentase yang mendapat zonk akan lebih besar kalau jaringan tak membentuk binary sempurna dan setiap member tidak merata dalam mendapatkan downline.

Tapi mungkin mitra Paytren dapat duit dari jualan pulsa?

Jangan harap. Token di Paytren lebih mahal dari aplikasi lain yang gratisan. Jadi dapat duit dalam arti kata penghasilan berarti dari jualan pulsa dan token di paytren sama saja: Ngibul banget.

Satu-satunya cara dapat penghasilan di Paytren adalah rekrut member baru. Untuk sebagian kecil memang ada yang dapat reward mahal. Tapi setiap satu orang yang mendapat reward itu, dibawahnya ada ratusan ribu orang yang mendapat zonk.

Mau bukti faktual?

Sekarang sudah tahap jelang bubar, bukti gampang diperoleh. Tanya saja member Paytren yang baru masuk setahun belakangan. Apakah mereka bisa cari duit di Paytren? Tidak. Tidak dengan jualan token, tidak pula dengan rekrut member.

Bukti kebohongan itu mudah saja ditemukan di internal Paytren sendiri. Tinggal buka berapa orang yang membeli lisensi Paytren dan belum mendapat downline. Merekalah yang rugi.

Pada akhirnya, di setiap skema piramida apapun, orang yang rugi jauh lebih banyak dari orang yang untung. Tak percaya? Minta saja data dari Yusuf Mansur. Ada databasenya.

Waspada, Yusuf Mansur bikin moneygame baru: Treninet

Paytren sudah hampir mati. Sudah tak ada penghasilan Yusuf Mansur dari jualan barang gratisan dengan harga sampai 10 juta rupiah.

Sebagai seorang ‘businessman’ tulen, dia kini mencari cara lain. MLM juga, dan skema piramida juga. Namanya Treni Net.

Sekilas ini MLM yang biasa saja. Orang bisa daftar nyaris tanpa biaya dan tak perlu beli produk. Dengan demikian tak melanggar permendag No. No. 70 2019.

Tapi itu hanya tipu daya. Hanya mendaftar gratis itu orang tak bisa apa-apa. Hanya mendapat komisi dari penjualan produk, tidak bisa dapat komisi sponsorship. Hanya bisa jual produk yang tidak laku dipasaran.

mitra reguler treninet
Jadi mitra reguler itu gratis. Tapi tak dapat untung apa-apa. Jual produk? Tak laku.

Untuk bisa mendapat bonus sponsporship dan lainnya, orang harus naik level menjadi Mitra Bisnis premier. Syaratnya membeli produk senilai beberapa ratus ribu rupiah. Atau menjadi Mitra Bisnis Signature, membeli produk sampai belasan juta rupiah.

Untuk jadi mitra sesungguhnya, harus membeli produk ratusan ribu sampai jutaan.

Dan itu sesungguhnya melanggar permendag No. 70 2019: MLM dilarang mewajibkan member memberli produk untuk naik peringkat.

Yang super mengherankan, skema marketing seperti itu mendapat SIUPL dari Kementerian Perdagangan. Apakah orang-orang di kementerian perdagangan itu terlalu bodoh dan gapang dibohongi dengan skema seperti itu?

14 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

data-matched-content-ui-type="image_sidebyside"