Maling zaman now itu bernama pemain moneygame

Maling ayam, maling motor itu sudah biasa. Dapatnya tak seberapa. Resikonya digebukin massa dan penjara. Juga identitas sebagai ‘maling’. Berat.

Di jaman now ini, harusnya cara memaling begitu sudah ditinggalkan. Sebab ada jenis memaling yang lebih asik: Jadi pemain moneygame, alias skema ponzi alias arisan berantai. Boleh moneygame yang terang-terangan seperti MMM, D4F, Give4dream, boleh juga moneygame berkedok bisnis seperti Pandawa, CSI, Memiles dan HIPO International. Atau yang mau terdengar lebih keren dengan embel-embel cyrptocurrency? Boleh. Tinggal pilih.

Kenapa Maling jaman now aman

Kenapa aman? karena pemerintah masih bingung. Tak ada pasalnya orang berkomitmen untuk ‘saling menolong’. Perbuatan mulia ya masa ada pasalnya. Kalaupun diciduk itu moneygame pura-pura punya bisnis. Gak jujur. Itupun yang diciduk cuma satu dua orang pentolan. Asik? Emang.

Hukum penghimpunan dana masyarakat ala moneygame itu masih ngambang di Indonesia. Kalaupun ada hukum yang yang dikaitkan, itu UU perbankan. Bukan tentang moneygame semacam MMM Dream4Freedom atau Give4Dream. Oh OK, Filli Muttaqien dihukum. Sebentar. Hukuman yang kelihatannya asal-asalan dengan pasal yang ringan-ringan. MMM? tidak ada yang dihukum.

Lalu kenapa disebut maling?

Asiknya maling cara moneygame itu, malingnya tak terasa. Yang dimaling pun kadang tak sadar dia sedang dimaling. Bahkan sesudah duitnya jelas hilang, mereka tak sadar juga telah dimaling. Lihat saja keriuhan yang terjadi setiap moneygame bubar.

Tapi yang namanya maling tetap saja maling: Memindahkan hak orang lain tanpa izin yang punya hak, itu maling.

  • Mengambil barang orang lain diam-diam, itu maling
  • Mendapatkan uang orang dengan rayuan dapat untung lalu kabur, itu maling

Dan di moneygame:

  • Mendapatkan uang orang dengan rayuan akan diganti oleh orang lain padahal tidak….ya maling juga.

Itulah malingnya pemain moneygame. Moneygame membutuhkan jumlah member baru berlipat ganda supaya member lama dapat untung. Lama lama jumlah member baru yang dibutuhkan itu mustahil terpenuhi.

Misal, moneygame D4F. Money game ini menjanjikan dalam 1 bulan member akan mendapat keuntungan 30%. Misalnya tiap member setor 1 juta. Maka kalau bulan ini sudah ada 100 orang setor, bulan depat harus ada 130 orang. Ups. 150 orang. Sebab harus ada komisi buat bandar.

Maka Kelipatan member baru tiap bulan 1,5 kali jumlah member lama.

Dalam bulan-bulan awal tak masalah. 100 orang masuk, bulan depan cuma butuh 150 orang masuk. Tapi saat jumlah member membengkak menjadi 100.000 ribu orang, di bulan ke 24 selanjutnya sudah butuh 1 milyar lebih orang yang harus jadi member baru. Mau berhayal lebih jauh? dalam 36 bulan ke depan dibutuhkan 146 milyar orang yang jadi member baru.

Itu hitungan ideal. Kalau semua orang mau ikutan. Pada kenyataanya tak semua orang mau ikut karena sudah tau akan ambruk. Di kasus D4F, jumlah member baru mencapai 700 ribu orang, moneygame itu sudah ambruk.

Jadi, janji bahwa uang member akan diganti orang lain itu sebetulnya adalah menipu. Bahwa memberi sekian akan selalu terganti sekian plus sekian persen itu menipu. Sebab pada akhirnya, tak akan cukup orang untuk mengganti urang member yang sudah setor.

Dan asiknya, uang ratusan ribu member itu sudah dipotong sama para pemain moneygame. Mereka adalah leader-leader D4f yang mendapat komisi setiap ada orang setor uang.

Mungkin pemain moneygame itu tak tau akan jenuh?

Oh ya bisa jadi. Kalau pemain moneyagame seperti Mavrodi, Filli Muttaqien, Angga Purwacaraka, Nomo Ariawan (mantar MMM, D4F yang kini jadi bandar di Give4Dream) itu tak bisa matematika perkalian. Bahwa 100.000 orang dikali 1,5 itu 150.000 orang, bahwa 150.000 dilai 1,5 itu 225.000 dan seterusnya sampai jumlahnya jadi milyaran.

Pemain moneygame tau persis bahwa moneygame akan sampai pada titik jenuh dan bubar. Mereka paham betul bahwa janji member baru akan memberi bantuan ke member lama itu pada akhirnya tak akan terpenuhi.

Jadi sama saja dengan mengajak orang setor uang, dengan janji orang lain akan ganti dan kasih keuntungan. Awal awal bisa, tapi akhirnya tidak. Dan mereka tau pada akhirnya tidak bisa. Santai saja, yang penting mereka sudah dapat komisi. Maling? Ya apa lagi?

Dan parahnya, pada akhirnya orang yang uangnya tidak tergantikan itu jumlahnya luar biasa banyak karena jumlah orang sudah berlipat-lipat.

Karir sebagai pemain moneygame

Pemain moneygame itu bukan cuma bandar seperti Terrachand dan Filli Muttaqien. Ada juga yang hanya jadi Leader, atau pemain biasa yang sekedar jadi member. Biasanya mereka buru buru masuk saat ada tanda sebuah moneygame akan booming. Saat bubar mereka sudah dapat untung banyak.

Biasanya pemain moneygame loncat dari moneygame satu ke moneygame lain. Beberapa mereka ada yang karirnya meningkat. Tadinya sekedar Leader atau bahkan sekedar member lalu jadi Bandar. Contohnya banyak. Di antara Leader dan pemain di MMM dan D4F ada yang bikin SPS Coin, Java Coin, HIPO, Give4Dream. Karir Memaling jaman now itu memang menjanjikan.

jebolan d4f yang kini bikin HIPO
Jebolan D4F yang kini bikin moneygame HIPO

Moneygame memasyaratkan hidup saling memaling

Yang menakjubkan dari moneygame itu adalah kemampuannya dalam memasyaratkan hidup saling memaling. Orang tak ada malu untuk memaling. Bahkan pemuka agama ikut memaling. Di Pandawa dulu ada Kiai yang ikutan. Ustadz yang ikut juga banyak. Yang sekedar bersorban apalagi. Di Memiles? Ada pendeta yang ikut.

Kenapa saya sebut tak malu memaling? Bukankah mereka tak tau? OK, tadinya tak tau. Tapi lihat saat bubar. Mereka menang. Mereka sudah tau bahwa net profit mereka adalah uang para korban yang rugi. Apa mereka mengembalikan uang kepada yang berhak? Boro-boro. Kelihatan malu juga tidak. Minta maaf sama jamaah? Jangan harap. Memaling itu…halal asal caranya halus seperti moneygame.

12 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

data-matched-content-ui-type="image_sidebyside"