Panduan ‘sukses’ ini bisa Anda gunakan untuk membuat sukses bisnis MLM Anda sendiri, atau sebagai pertimbangan kalau mau memilih MLM yang cocok untuk Anda.

Untuk sukses bisnis, Anda harus punya produk yang bagus, yang dibutuhkan orang sehingga orang mau ramai ramai beli. Tapi kalau Anda tidak punya produk bagus, yang bisa bersaing dipasaran, yang bisa membuat orang ramai-ramai mau beli, Anda bisa menggunakan satu cara untuk tetap bisa sukses: Gunakan sistem pemasaran MLM.

MLM itu dasarnya positif. Dan tentu ada MLM yang benar-benar positif: Membantu orang ikut bisnis dengan cara mudah. MLM itu punya sifat yang khas yang disukai oleh banyak pebisnis: Kemampuan berkembang dengan sendirinya. Itu makanya MLM itu disebut dengan sistem jaringan. Dia dapat berkembang dengan sendirinya, seperti sel-sel dalam tubuh kita yang bisa memperbanyak diri dan menyebar tanpa kita perintah. Sifat MLM yang bisa berkembang sendiri inilah yang bisa anda manfaatkan: Kalau Anda punya produk bagus dan ingin mengabarkan produk bagus anda ke banyak orang, Anda bisa gunakan MLM. Kabar itu akan menyebar dengan sendirinya seiring dengan menyebarnya jaringan MLM secara otomatis. Anda tinggak men-setup kabar yang ingin Anda sebarkan. Produk Andapun akan terdengar banyak orang dan banyak terjual.

Tapi sifat ini bisa juga Anda manfaatkan untuk tujuan lain: Kalau Anda ingin menguras uang orang secara berantai, Anda juga bisa menggunakan MLM. Proses pengurasan itu akan tersebar juga dengan sendirinya, seriing dengan menyebarnya jaringan ke segala penjuru secara otomatis.  Ini sudah banyak dilakukan oleh MLM seperti Q-net, Melia Sehat, Paytren dan banyak lagi yang lainnya dan menghasilkan sukses bisnis MLM yang besar. Bagaimana caranya?

Ini beberapa tips cara sukses bisnis MLM tanpa produk yang bermutu.

Pilih strategi berikut untuk menguras uang anggota

Bisnis MLM dengan biaya pendaftaran

Ini paling mudah. Anda buat aturan bahwa yang mau masuk jadi anggota baru, harus membayar pendaftaran. Uang pendaftaran itu anda bagi, sebagian untuk komisi orang yang mengajak anggota baru tersebut dan sebagian untuk Anda. Dengan cara ini, setiap anggota lama (upline) akan berlomba untuk mencari anggota dibawahnya (downline) demi mendapatkan komisi pendaftaran. Makin besar komisi pendaftaran buat para upline, makin semangat pula mereka mencari downline. Dan anggota baru ini juga nantinya semangat mencari anggota baru juga. Begitu seterusnya. Uang pendaftaran akan mengalir deras ke rekening Anda.

Asik bukan? Suatu keganjilan luar biasa, dimana anda menguras uang orang, dan orang itu akan membantu anda menguras uang orang lain.

Tapi harus Anda ingat, cara ini rentan bermasalah secara hukum. Dalam permendag No. 32 th. 2008 ini disebut jaringan terlarang dan tidak dibolehkan (pasal 2 huruf c). Definisi jaringan terlarang sendiri ada pada pasal 1 ayat 12 permendag tersebut:

Jaringan pemasaran terlarang adalah kegiatan usaha dengan nama atau istilah apapun dimana keikutsertaan mitra usaha berdasarkan pertimbangan adanya peluang untuk memperoleh imbalan yang berasal atau didapatkan terutama dari hasil partisipasi orang lain yang bergabung kemudian atau sesudah bergabungnya mitra usaha tersebut, dan bukan dari hasil kegiatan penjualan barang dan/ataujasa.

Untuk mengakalinya, anda bisa saja menyamarkan uang pendaftaran dengan beberapa cara, misalnya: Biaya setup keagenan. Anda beri saja anggota baru dengan spanduk, web replika, aplikasi dan lain-lain sehingga tampak biaya pendaftaran itu seperti untuk membeli peralatan yang diperlukan. Wandermind adalah contoh dari MLM yang menggunakan skema ini. Berhasil untuk beberapa lama sebelum akhirnya terendus oleh hukum. Paytren bisa disebut menggunakan strategi ini bila dianggap aplikasi paytren adalah alat atau media untuk memberikan jasa pembayaran online.

Sukses Bisnis MLM dengan syarat beli untuk jadi anggota



Bila Anda mau lebih aman secara hukum, jangan menggunakan skema uang pendaftaran dalam bisnis MLM Anda. Buat saja aturan dimana orang harus membeli produk untuk menjadi anggota baru. MLM Anda tidak akan dikategorikan sebagai jaringan terlarang karana upline mendapat komisi dari pembelian produk downline baru, bukan dari uang pendaftaran. Tak perlu terlalu peduli dengan mutu produk Anda. Orang akan beli juga karena iming-iming sukses menjadi anggota. Ya, strategi ini pastinya butuh iming-iming dahsyat.

Ajaibnya cara ini adalah: Orang membeli produk Anda yang tak diminati dan sering tak bermutu, tetapi bukannya komplain, malah berupaya membantu Anda mencari anggota MLM anda untuk menjual produk Anda.

Cara ini banyak digunakan oleh money game di Indonesia. Q-net, e-miracle, Eco racing, Mesin Kangen water, CAR-3i Network adalah beberapa contoh dari sukses bisnis MLM yang menggunakan cara ini. Paytren juga bisa disebut menggunakan strategi ini kalau kita menganggap paytren lisensi penuh itu adalah produk yang harus dibeli untuk menjadi anggota (dalam artian mitra yang natinya bisa menjual lisensi penuh kepada orang lain).

Harus hati-hati juga dengan cara ini. Karena di permendag No. 32 th. 2008 diatas, setiap MLM harus menerima retur (pengembalian produk) bila anggota mengundurkan diri sebagai mitra penjual. Meski begitu, permendag kebanyakan tak ditegakkan. Jadi anda tak perlu khawatir. Jangan kasih tahu anggota MLM Anda tentang kewajiban anda untuk menerima pengembalian produk.

Bisnis MLM dengan ‘jaringan pengguna’

Cara ini tidak menggunakan uang pendaftaran dan syarat beli produk untuk jadi anggota, tapi syarat beli secara kontinu. Orang harus beli produk sejumlah tertentu setiap bulan agar orang tersebut bisa mendapatkan komisi dari pembelian orang lain. Untuk produk, sama seperti strategi lain. Produk tak terlalu bermutu, orang tetap akan membeli untuk mendapatkan komisi dari downline. Syarat pembelian dalam satu perioda itu biasa disebut dengan tupo atau tutup point.

Kalau Anda berhasil, nantinya setiap anggota akan secara rutin membeli produk Anda untuk mencapai tutup point. Si A akan berusaha tutup point untuk mendapat komisi tutup point si B. Si B akan berusaha tutup point untuk mendapat komisi dari tutup point si C dan seterusnya. Asik bukan? Anggota Anda akan rutin membeli produk Anda dan setiap anggota akan tetap berusaha mencari anggota baru. Sukses bisnis MLM Anda.

Catatan: tupo itu praktek yang wajar saja dalam MLM, sebetulnya. Itu untuk memastikan bahwa setiap anggota aktif menjual produk bila ingin mendapat komisi dari jaringan dibawahnya. Tetapi cara ini bisa Anda gunakan juga kalau produk Anda tidak laku dipasaran. Semuanya akan tupo tapi tidak menjual dan Anda menyebutnya dengan pemakaian pribadi. Itulah makanya disebut sebagai jaringan pengguna.

Buat promosi sukses bisnis MLM Anda

Masalah hukum untuk promosi sukses tidak pernah ada di Indonesia. Di Amerika serikat, MLM sekelas Amway pernah mendapat penalti jutaan dollar karena klaim sukses yang tidak real: Kasus Amway. Di Indonesia, Anda tenang saja. Tak perlu takut dan malu untuk membombardir internet dengan kisah sukses orang yang ikut MLM Anda. Tak perlu merasa berbohong mepromosikan potensi penghasilan dan berbagai bonus dan reward kepada calon anggota MLM Anda. Pada kenyataanya nanti, hanya segelintir orang yang bisa mendapat penghasilan yang cukup dari MLM Anda. Ekspos sukses orang ini habis-habisan, walaupun itu tak mewakili sukses keseluruhan anggota MLM Anda.

Berbagai strategi menguras uang anggota MLM Anda, keberlangsungannya tergantung dari apakah masih ada orang yang masih mau menjadi anggota baru atau tidak. Jangan sekali-sekali Anda mengatakan hal ini kepada siapapun. Bisnis MLM anda akan jenuh, ya. Sebagian besar anggota MLM Anda akan rugi, ya. Jauh dari kata sukses, ya. Tapi uang akan mengalir deras ke rekening Anda.  Dan Anda tidak akan mendapat masalah. Belum pernah terjadi di Indonesia anggota MLM menuntut perusahaan MLM karena janji sukses yang tak kesampaian. Andapun

Semua iklan dalam situs ini dimunculkan oleh google, tergantung apa yang pernah Anda cari di Google atau kata yang terkandung di artikel. Iklan kadang bertentangan dengan isi artikel, menampilkan apa yang dikritik dalam artikel, diluar keinginan pengelola situs.

Join the Conversation

2 Comments

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *