Nasib Gunarni Gunawan dan bisnis Paytren Yusuf mansur

Mungkin Anda juga menyukai

6 Respon

  1. Assalamu’alaykum..Jika memang PayTren itu melanggar hukum, sudah sejak jauh2 hari, APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia) akan memperkarakan hukum bisnis PayTren.

    Apakah anda sudah melakukan klarifikasi dengan owner PayTren, dengan komisaris PayTren (Prof. Syafi’i Antonio dan DR.Irfan Syauqi Beik)?? Atau anda adalah mantan member PayTren yang kecewa karena tidak bisa menjalankan bisnis PayTren, sehingga membuat tulisan seperti diatas??

    Tapi sayangnya, tulisan model itu sudah ratusan jenis dan tersebar di medsos, dan tidak ada pengaruhnya sama sekali dengan Bisnis PayTren, karena semakin PayTren dibenci, semakin orang banyak yg mendaftar. Dan sampai detik ini saya kirim komentar, mitra PayTren sudah mencapai 1.3 juta mitra.

    Wassalamu’alaykum..

  2. Lukmanul Hakim berkata:

    Saya tau Paytren dari Google, semua saya pelajari, sehingga saya mandiri.

    Ketika saya gunakan ternyata kok mahal-mahal,,, saya telusuri lagi ternyata MLM, pantesan mahal buat ngasih komisi ke member MLM itu.

    Saya pun jadi tidak terima karena untuk pakai Paytren secara full harus jadi downline dulu alias harus disponsori dulu, enak banget !, saya nemu sendiri, belajar sendiri, eh harus jadi downline dari orang yg tidak saya kenal ?

    Sempat tergoda, sempat mau memaklumi, sempat nyaris bayar lisensi,,, tapi batal saya lakukan karena bank untuk deposit tidak ada BRI dan BNI (Saat komentar ini saya tulis), saya gk ada rekening bank lain yg bekerjasama dengan Paytren. Selain itu aplikasinya sering error, maka saya putuskan batal, aplikasinya saya uninstall.

    Saya kalau nyari referensi tentang Paytren, selalu dapat kalimat “Kami tidak mengajak Anda jualan Pulsa”, padahal produknya Pulsa,,, ini mirip seperti dulu MLM produk suplemen makanan juga bilang “Kami tidak mengajak Anda jualan Obat”.

    Kalimat seperti itu adalah ciri khas Skema Piramida, produk hanya kedok saja, yg utama adalah MLM-nya.

    • Brahm Anuga berkata:

      Betul banget bang Lukman. Produk yang dihalalin MUI juga jasa bayar-bayar termasuk beli pulsa. Tapi mereka malah bilangnya: gak jualan pulsa. Ya emang gak halal sebetulnya.

  3. Dedy Wijaya berkata:

    Berimbang ini artikelnya. Tapi bagi yg sudah jadi anggota klub, amat menyakitkan rasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *